Rabu, 10 Juni 2026

Diduga Memalsukan Nilai, Dosen Laporkan Mahasiswanya

Ia menduga praktik semacam ini banyak terjadi dan tidak hanya pada lima mahasiswa tersebut.

Tayang:
Editor: Boyozamy

SERAMBINEWS.COM, SEMARANG - Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang Taufiqurrachman (57) melaporkan mahasiswanya yang diduga melakukan pemalsuan data dan nilai lima mahasiswa lainnya. Mahasiswa yang dilaporkan tersebut atas nama DH alias F yang tercatat sebagai mahasiswa FK Unissula angkatan 2004.  Dia dilaporkan karena ada dugaan manipulasi nilai lima orang mahasiswa agar bisa diterima di FK Unissula.


"Mahasiswa yang dimanipulasi tersebut atas nama Her, An, Urf, Riz, Ari yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2010," ungkap Taufiqurrachman dalam laporannya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang Senin (23/4/2012). 


Ia mengaku baru mengetahui adanya dugaan pemalsuan data berupa nilai pada 20 Maret lalu. Hal ini didasarkan pada pemantauan nilai mata kuliah kelima mahasiswa tersebut yang selalu dibawah standar. Padahal menurutnya, standarisasi di FK Unissula cukup ketat sehingga harus benar-benar pintar. 


Kecurigaan itu ditindaklanjuti dengan membentuk tim khusus untuk mengetahui penyebab kenapa kelima mahasiswa tersebut nilainya selalu di bawah standar. Berdasarkan hasil penelusuran ungkapnya diketahui nilai IPA dari kelima mahasiswa tersebut dimanipulasi oleh oknum mahasiswa tersebut yang bernama Dwi Hartono alias Ferry. Hal itu dimaksudkan agar nilai tersebut dapat memenuhi syarat untuk masuk FK. 


"Salah satu mahasiswa yang memang saya curigai justru mengaku berasal dari jurusan IPS bukan IPA, itupun lulusan dari kejar paket C. Tapi karena ini masuk FK yang bersangkutan memanfaatkan jasa Ferry untuk memalsukan nilai dan jurusan studinya," ungkap warga Banyumanik Semarang ini. 


Ia menduga praktik semacam ini banyak terjadi dan tidak hanya pada lima mahasiswa tersebut. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penelusuran terhadap praktik serupa. Jika hal itu terbukti ungkapnya akan ada sanksi tegas bagi mahasiswa. Hingga saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polrestabes Semarang.
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved