Gerebek Gembong Narkoba, Polisi Ditebas Pedang
Niat menjalankan tugas, malah menuai petaka. Itulah yang dirasakan seorang anggota polisi mengalami luka serius ketika menggerebek
Penggerebekan yang diwarnai perlawanan itu membuat Brigadir Herdianto, anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Barat dilarikan ke RS Imelda. Korban mengalami luka serius di bagian kepala setelah disabet pedang ketika hendak menyergap dua terduga pengedar narkoba.
“Kami diserang, mereka memberikan perlawanan ketika kami menyergap,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Barat AKP Antoni Simamora, Sabtu (21/4).
Dalam operasi itu pihaknya berhasil meringkus dua pria, Iskandar Zulkarnain Nasution (42), dan Edward (39). Sementara seorang penghuni lainnya meloloskan diri. Yang mengejutkan, selain menyita satu ons sabu-sabu, dan 30 butir pil ekstasi, dari rumah itu polisi juga menemukan beragam senjata, seperti airsoft gun, tiga bilah pedang, dan martil.
“Ada juga alat pengisap sabu dan mobil Honda Jazz yang disita,” lanjut Antoni.
Seluruh temuan itu diakui Antoni membuat penyidik mengembangkan pemeriksaan ke kasus dugaan perampokan. Apalagi saat ini ada indikasi kedua tersangka terlibat penembakan seorang pemuda bernama Ilham sebulan lalu. “Kasusnya sudah mengarah pada penembakan, dan keterlibatan mereka pada peredaran narkoba tetap diusut,” tukasnya.
Dugaan awal tersangka berperan besar dalam mengendalikan peredaran narkoba di wilayah Medan Barat. Namun sejauh ini polisi belum bersedia merinci sejauh apa sepak terjang tersangka dalam melakoni bisnis ilegalnya. “Kami fokus dulu ke penyidikan sambil mengejar satu pelaku yang kabur,” kata Antoni ketika dikonfirmasi ulang pada Minggu (22/4).
Ia menjelaskan, serangan tersangka membuat Brigadir Herdianto mendapat sembilan jahitan di kepala. Kondisi bintara itu disebutnya sudah jauh membaik, dan dipastikan akan pulang pada Minggu (22/4). “Iya, hari ini akan pulang,” tandasnya.
Namun keberhasilan polisi meringkus dua terduga gembong narkoba itu diprotes istri kedua, Iskandar Zulkarnain Nasution, Yeni (24) yang mengaku sempat dipukul petugas. “Aku tak ada menghalangi polisi, tapi kok aku yang dipukul sampai jatuh,” kata Yeni saat menjenguk suaminya.
Wanita berambut panjang ini menilai polisi tidak tegas dalam memberantas peredaran narkoba. Sebab kata dia, Ilham yang pernah ditembak suaminya merupakan bandar besar narkoba. “Tapi kenapa dita tidak ditangkap, kenapa suamiku saja,” ucapnya.(rw)