Kaum Lelaki Picuan Terkurung di Kampung
Soemitro mengatakan bertindak tegas atas aksi anarkis massa. "Kami sudah mengantongi nama-nama warga perusak mobil," katanya.
SERAMBINEWS.COM, MANADO - Situasi Desa Picuan hingga Senin (23/4/2012) petang masih mencekam karena adanya sweeping aparat keamanan atas warga yang keluar masuk kampung setelah peristiwa perusakan mobil kejaksaan dan polisi Jumat pekan lalu.
Tokoh generasi muda Picuan, Alfrits Lumiu melaporkan sweeping
polisi dilakukan terhadap warga laki-laki di ujung kampung perbatasan
Desa Wanga dan Picuan. Kami sekarang takut keluar kampung, katanya.
Akibatnya
warga Picuan merasa terisolasi karena harus mengurung diri di kampung.
Warga mengaku sudah keluar kampung sejak Sabtu, sehari setelah perusakan
mobil.
Kapolres Minahasa Selatan AKBP Soemitro membantah kebijakan sweeping warga. Tidak ada aksi sweeping. "Kami tak pernah memerintah seperti itu. Kalau ada aparat yang berjaga di sana dalam rangka keamanan," katanya.
Soemitro mengatakan bertindak tegas atas aksi anarkis massa. "Kami sudah mengantongi nama-nama warga perusak mobil," katanya.
Jalan menuju Desa Picuan dari Desa Wanga rusak berat sepanjang lima kilometer. Jalan rusak itu sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa sentuhan pembangunan.
"Bupati Minahasa Selatan tak pernah ke sini. Waktu Pilkada dia berjanji memperbaiki jalan rusak," tambah Obet Rambitan (73), tokoh masyarakat Picuan.