Selasa, 9 Juni 2026

Ketua BRA dan Pendemo Saling Menyalahkan

Ketua BRA Pusat, dr Haniff Asmara menunggu data dari warga berkait rumah telah dibangun, tapi dianggap bukan korban konflik.

Tayang:
Editor: ampuh
Laporan: Mursal Ismail | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ratusan warga mengaku korban konflik dari Bener Meriah dan Aceh Tengah, menagih janji Ketua BRA Pusat, dr Haniff Asmara. Tiga bulan lalu yang menyatakan akan memverifikasi data rumah korban konflik di dua kabupaten tersebut.

Namun, Ketua BRA Pusat, dr Haniff Asmara ketika menjumpai pendemo, Senin (23/4) justru mengatakan pihaknya menunggu data dari warga berkait rumah telah dibangun, tapi dianggap bukan korban konflik.

"Ketika perjanjian tiga bulan lalu, saya kan sudah serahkan semua data rumah yang telah dibangun di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kami justru menunggu pengembalian data dari masyarakat, mana rumah yang telah dibangun, tapi ternyata bukan korban konflik. Kalau sudah ada data itu, baru tim kami turun," kata dr Haniff.

Mendengar jawaban itu, pendemo marah-marah. Mereka menyatakan tak mungkin mereka yang mendata. Jika itu mereka lakukan, pasti menimbulkan konflik baru di daerah mereka.

"Tapi jika memang itu keinginan BRA, kami juga siap memverifikasi, tapi harus didampingi oleh pihak Polda," teriak seorang pendemo.

Akhirnya, disepakati mereka akan menyerahkan data rumah yang belum dibangun. Saat ini, massa sudah bubar dan berkumpul di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Seperti diketahui, aksi serupa sudah berulang kali mereka lakukan ke Kantor Gubernur, Kantor BRA, dan Gedung DPRA, Banda Aceh.(*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved