STIE Bumi Persada, Lhokseumawe
Mahasiswi yang juga Penyuluh Pertanian
SABTU (21/4) sore, Nur Aini Sihombing sedang berdiskusi dengan dosennya di kampus STIE Bumi Persada, Lhokseumawe
Nur Aini adalah seorang mahasiswi berprestasi di kampus swasta itu. Walau masih berstatus mahasiswi, tapi Nur Aini juga bekerja sebagai penyuluh pertanian di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Tahun 2003, anak pertama dari empat bersaudara pasangan Muhammad Syukur Sihombing dan Kamaliah (almh) ini didaulat menjadi duta Yayasan Aids Indonesia untuk Pulau Sumatera. Tiga tahun sebelumnya, dia menjadi duta Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Gadis kelahiran Bukit Pelita, Besitang, Sumatera Utara, 30 September 1982 lalu ini memang gemar bekerja di bidang sosial. Usai menamatkan pendidikan SMA di Langkat, Sumatera Utara, tahun 2003 ia pindah ke Keude Pantonlabu, Aceh Utara. “Saat itu, tinggal bersama keluarga. Saya mulai honor di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tanah Jambo Aye. Baru, tahun 2010 diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan bertugas di Langkahan,” jelas Nur Aini.
Nilai akademik penggemar buku-buku tentang kepemimpinan ini pun terbilang bagus. Pasalnya, Indeks Prestasi Komunilatif (IPK) mencapai 4. Lalu, apa suka duka bertugas di daerah pedalaman Aceh Utara? “Masyarakat pedalaman itu ramah dan baik. Jadi, apa pun yang didiskusikan, mereka bisa terima dengan baik. Saya pembina khusus untuk kelompok wanita tani,” ujar Nur Aini.
Kini, Nur Aini terus kuliah sembari menyelesaikan pendidikan strata satu di kampus itu. Obsesinya, berbagi pengetahuan yang dimiliki pada seluruh masyarakat petani di Aceh Utara. Sebuah obsesi yang mulia. Semoga! * masriadi sambo