Nelayan Minta Pengerukan Kuala Idi Dilanjutkan
Para nelayan di Idi meminta Pemkab Aceh Timur melanjutkan pengerukan Kuala Idi. Sebab, hingga kini mulut kuala tersebut masih dangkal
Fajri, seorang nelayan di Idi, Fajri kepada Serambi, Minggu (22/4) mengatakan, para nelayan selalu saja mengeluhkan masalah dangkalnya muara. Sehingga kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan para nelayan.
Ia menambahkan, TPI baru yang sudah diresmikan juga belum bisa dioperasionalkan. Dangkalnya mulut kuala adalah penyebab utamanya. “Sudah beberapa bulan juga tidak lagi dikeruk,” katanya. Ia mengatakan, ratusan boat yang beroperasi di Kuala Idi saat ini mampu membawa pulang hampir 50 ton setiap hari. “Banyaknya pasokan ikan tak sebanding dengan kesiapan pemerintah membangun fasilitas pendukung,” katanya.
Kepala UPTD Pelabuahan Idi, Ir T Diauddin mengatakan, pemerintah sudah mengeruk tapi belum mencapai target. Karena, tambahnya target ketika air surut boat bisa keluar masuk mulut kuala dengan kedalaman mencapai lima meter, tapi kini, saat air surut boat kandas saat berada di mulut kuala itu.
Ia menambahkan, saat ini memang belum bisa dilalui karena pengerukan memang sedang terhenti karena pendanaan dari pemerintah. “Mudah-mudahan ada anggaran lanjutan tahun ini untuk kembali melanjutkan pengerukan,”katanya. Pelabuhan Idi salah satu pelabuhan pemasaran ikan untuk ekspor. Pelabuhan khusus ikan ini sudah dibangun kawasan khusus pergudangan, cold storage, pabrik es, jaringan listrik, jalan akses, dan fasilitas air besih di sebelah barat PPI Kuala Idi.
Bahkan PPI Kuala Idi sedang mempersiapkan peningkatan status menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantar (PPN), sebab standarisasi Pelabuhan Idi sudah layak menjadi PPN, karena didukung dengan jumlah boat yang mencapai 400 unit lebih.(yuh)