Wali Murid Laporkan Guru SDN 27 ke Polisi
Senin, 23 April 2012 12:34 WIB
Berita Terkait
- 56 Guru BTQ Langsa 4 Bulan tak terima Gaji
- Guru SMPN 5 Langsa Kritis Dirampok
- Ratusan Guru belum Dapat Tunjangan
- Sebagian Guru di Tamiang tak Paham SPM
- Dewan Minta Usut Tunjangan Guru Terpencil
- Guru Terpencil di Agara Kecewa
- Kualitas Guru di Aceh Masih Rendah
- Pengelola MUQ Berpeluang Dipidanakan
- Pelantikan 90 Kepala Sekolah Gagal
- Guru Sertifikasi Protes Disdikpora
BANDA ACEH - T Zulfahmi (34), orang tua T Asyiqal, murid kelas III SDN 27 Banda Aceh, melaporkan guru bahasa Inggris berinisial Su ke polisi, dengan tuduhan memukul anaknya. Sementara pihak sekolah membantah dan menyatakan tidak ada kasus pemukulan terhadap murid tersebut.
Zulfahmi kepada Serambi, Minggu (22/4) sore, mengatakan kasus itu terjadi Senin, 16 April lalu. Ia melapor ke Polsek Kuta Alam, dua hari kemudian. Menurut dia, Su memukul anaknya karena tidak bisa mengisi jawaban bahasa Inggris yang diasuh oleh Su. Selain anaknya, dua murid lainnya juga dipukul, tapi tka separah yang dialami anaknya.
“Anak saya cerita sama ibunya. Anak saya dipukul sampai dahinya bengkak, bahkan muntah-muntah dan mencret. Sampai hari ini (kemarin-red) dia takut ke sekolah karena trauma,” katanya.
Zulfahmi mengakui anaknya itu bandel dan dua kali tak naik kelas. Ia juga memaklumi jika anaknya dihukum seperti dicubit, atau dijewer kupingnya. “Tapi kalau dipegang pundaknya lalu diantuk-antukkan kepalanya ke meja sampai bengkak, orang tua mana yang bisa memaafkan,” ujarnya.
Kasus itu, kata Zulfahmi, ia laporkan ke polisi karena dia menilai tak ada niat baik dari pihak sekolah untuk menghubungi dirinya dan menanyakan kenapa anaknya sudah dua hari tak masuk sekolah. Ia juga beharap kasus seperti itu tak terjadi lagi di sekolah manapun. “Saya sedih, kok ada guru setega itu,” pungkasnya.(mir)
Zulfahmi kepada Serambi, Minggu (22/4) sore, mengatakan kasus itu terjadi Senin, 16 April lalu. Ia melapor ke Polsek Kuta Alam, dua hari kemudian. Menurut dia, Su memukul anaknya karena tidak bisa mengisi jawaban bahasa Inggris yang diasuh oleh Su. Selain anaknya, dua murid lainnya juga dipukul, tapi tka separah yang dialami anaknya.
“Anak saya cerita sama ibunya. Anak saya dipukul sampai dahinya bengkak, bahkan muntah-muntah dan mencret. Sampai hari ini (kemarin-red) dia takut ke sekolah karena trauma,” katanya.
Zulfahmi mengakui anaknya itu bandel dan dua kali tak naik kelas. Ia juga memaklumi jika anaknya dihukum seperti dicubit, atau dijewer kupingnya. “Tapi kalau dipegang pundaknya lalu diantuk-antukkan kepalanya ke meja sampai bengkak, orang tua mana yang bisa memaafkan,” ujarnya.
Kasus itu, kata Zulfahmi, ia laporkan ke polisi karena dia menilai tak ada niat baik dari pihak sekolah untuk menghubungi dirinya dan menanyakan kenapa anaknya sudah dua hari tak masuk sekolah. Ia juga beharap kasus seperti itu tak terjadi lagi di sekolah manapun. “Saya sedih, kok ada guru setega itu,” pungkasnya.(mir)
Editor : bakri
