Tafakur
Berdamai Dengan Hati
Saya berwasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan taat walaupun yang memerintah kalian
“Saya berwasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan taat walaupun yang memerintah kalian seorang budak dari Habasyah” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi).
Alhamdulillah, telah terlaksana pemilihan umum memilih para pemimpin umat. Memilih pemimpin termasuk yang dianjurkan Rasulullah sallallahu alaihiwasallam, yang juga dilaksanakan oleh para sahabat Nabi dan para penerusnya. Namun tentunya, siapapun tak harus selalu berkutat dalam urusan memilih pemimpin, karena masih banyak hal lain yang perlu dilakukan untuk meraih kemajuan umat. Untuk meraih kemajuan umat memerlukan kekuatan. Dan kekuatan tak akan diperoleh bila hubungan yang sempat merenggang selama pemilihan pemimpin, terus dipelihara. Sejarah panjang kehidupan manusia menunjukkan, termasuk perbuatan yang merontokkan kekuatan umat ialah akibat buruk sangka.
Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan, “Hati-hati kalian dari buruk sangka (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Taqwa itu di sini, taqwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan dengan menunjuk ke arah dadanya.
Kita diajak untuk terus memperat tali persaudaraan. Kita juga diajak untuk menaati pemimpin terpilih, meskipun yang terpilih itu seseorang yang berasal dari kalangan hamba sahaya. Dengan demikian, kalau menuruti seruan Rasulullah, kita harus mampu mengajak diri dan berdamai dengan hati sendiri untuk menerima siapa yang menjadi pilihan orang banyak.