Opini
Istri yang Baik dan Menarik
SAAT ini banyak perempuan yang berbicara tentang mencari kesetaraan, tetapi apabila mempelajari aturan dan hukum secara keseluruhan
Oleh Hafnizar Gazali
SAAT ini banyak perempuan yang berbicara tentang mencari kesetaraan, tetapi apabila mempelajari aturan dan hukum secara keseluruhan, tentu dapat dipahami bahwa tugas dan tanggung jawab dalam hidup sesuai dengan kodrat dan fitrah masing masing. Demikian juga kehidupan dalam rumah tangga, bagaimana istri memposisikan dirinya menciptakan rumah tangga umpama sorga, yang penuh cinta dan kasih sayang, penuh kenyamanan dan keharmonisan bersama.
Raut wajah yang cantik, bentuk tubuh yang menarik, suara dan senyum sapa yang manis dan lembut menawan membuat hati tertawan. Namun, kecantikan dan keindahan seorang perempuan yang dapat memikat hati suami tidak hanya pada kecantikan lahiriah semata. Tidak pula dalam pelayanan di tempat tidur, dan masakan yang lezat di dapur saja, tetapi harus dihiasi pula dengan hati dan budi pekerti yang baik, agar suami selalu tertarik dan setia kepadanya.
Seorang gadis atau janda berubah status menjadi istri, apabila ia sudah dinikahi oleh seorang laki-laki. Hidup berumah tangga umpama berkayuh di lautan yang luas, dan dalam tujuan maupun harapannya adalah untuk mencapai kebahagiaan. Untuk mencapai kebahagiaan, seorang istri harus menjaga diri dengan budi pekerti yang baik, supaya terpelihara hati, tumbuh rasa cinta dan sayang, sehingga lahirlah kesetiaan.
Banyak rumah tangga (pasangan rumah tangga) yang berpendidikan, berparas cantik dan rupawan, punya jabatan dan penghasilan yang memuaskan. Dan pada saat awal perkenalan di antara keduanya, adanya jalinan asmara. Kemudian, pada saat pernikahan dilaksanakan secara khidmat, baik itu di Tanah Suci Mekkah ataupun masjid. Namun, sebentar saja sudah kandas dan berakhir dengan perceraian di pengadilan.
Ada juga pasangan rumah tangga yang suaminya mempunyai kelebihan dalam segala hal, sementara sang istri dari keluarga sederhana. Tetapi kehidupan dalam rumah tangga mereka sangat harmonis. Demikian pula ada rumah tangga yang kedudukan isteri dalam karir dan pendidikannya lebih tinggi dari suami, tapi kehidupan rumah tangga bersama suaminya tersebut tetap adem-adem ayem.
Enam langkah
Itu semua sangat tergantung kepada kebaikan istri membawa diri dalam hidup bersama. Karena kecantikan lahiriah itu relatif.
Untuk menjaga hati, merawat cinta dan melahirkan kesetiaan, isteri haruslah berbudi baik, berhati mulia dan menghiasi dirinya, yang antara lain bisa dilakukan dengan enam langkah berikut:
Pertama, mengenal diri. Istri sebagai manusia yang mempunyai potensi dan kualitas diri dalam berbuat, terjun dalam segala hal, berperan dalam masyarakat luas. Akan tetapi, yang perlu diingat, seorang istri itu harus mendahulukan urusan rumah tangga. Namun, pada realitanya sekarang banyak perempuan lebih mengedepankan kariernya, dan mengedepankan kepatuhan terhadap atasan dan lebih berusaha menyenangkan pimpinan lembaga tempat dia bekerja dari pada suaminya.
Walaupun jabatan lebih tinggi dari suami, tetapi dalam rumah tangga harus merendah. Minum dan sarapan untuk suami lebih istimewa jika disediakan oleh istri. Tidak baik bagi seorang istri, jika sarapan dan keinginan suami dalam rumah tangga diurus semuanya oleh pembantu rumah tangga. Sehingga, akhirnya suami menyenangi pembantu, karena pembantu selalu memberikan pelayanan kepadanya. Walhasil, sang suami pun jatuh cinta kepada pembantunya.
Kedua, tahu bersyukur. Betapa berat beban dan tanggung jawab yang dipikul suami, yang sampai bersimbah peluh, bahkan bisa bermandi darah mencari rezki untuk istri dan anak-anaknya. Istri harus menghargai apa yang ia terima dari suaminya. Walau tidak sesuai keinginan, perlihatkanlah kebahagiaan kepada suami sebagai rasa syukur. Karena, apabila seseorang tidak bisa berterima kasih kepada sesama hamba, mustahil ia bisa bersyukur kepada Allah.
Ketiga, memberi motivasi dan tidak mengkritik suami. Hidup manusia selalu membutuhkan dan mengharapkan keberhasilan baik dalam karir, bisnis dan sebagainya. Peran seorang istri sangat berpengaruh bagi keberhasilan, kemuliaan, dan nama baik suaminya. Banyak tokoh penting yang sukses maupun yang gagal, tak terlepas dari peran dan pengaruh istri yang bekerja di balik layar. Karena pada dasarnya, di belakang suami yang hebat itu, ada sosok istri yang hebat pula. Contoh, seperti kehidupan Rasulullah dengan istrinya Khadijah.
Keempat, tidak suka mengatur dan menghargai keluarga suami. Istri yang baik yang bisa memuaskan hati suami, bukan hanya melakukan kewajiban di dalam rumah tangga saja. Akan tetapi, ia juga harus dapat memuaskan hati suami dengan menghormati orang tua dan keluarganya. Tidak mengatur hubungan suami dengan orang tuanya. Bahkan, sebaiknya kebutuhan dan pemberian suami kepada orang tuanya istri yang menyerahkankannya.
Demikian pula istri harus mengatur dirinya dan mengikuti keinginan suami. Karena, setelah berumah tangga istri harus patuh kepada suami dan tidak memberi kesempatan campur tangan orang tua dalam hubungan rumah tangganya. Terkait masalah ini, orang tua pun sebaiknya harus tahu diri untuk tidak terlalu jauh mencampuri urusan rumah tangga anaknya.
Kelima, banyak bersabar dan tidak banyak menuntut suami. Jika seorang istri tidak bisa menguasai keinginan hatinya, karena terbawa arus model dan lingkungan, suami bisa letih hatinya dan jenuh dengan tingkah istri. Demikian juga pada saat suami baru pulang kerja, istri jangan langsung bertanya layaknya seorang penyelidik yang banyak bertanya, karena hal itu akan membuat suami tertekan batinnya.
Kalaupun kemudian ada sesuatu ada yang ingin disampaikan, tunggulah dan sampaikanlah pada saat atau waktu yang tepat. Kemudian, kalau tidak sependapat dengan suami, istri hendaklah harus bersabar. Sebab sabar itu merupakan contoh kemuliaan hati seseorang, dan Allah pun sangat menyukai akan orang-orang yang bersabar.
Keenam, tidak menjual mata atau menggadai hati. Pada masa gadis, banyak laki-laki yang bisa dipandang dan untuk dipilih berandai-andai hidup bersama. Namun, setelah menikah dan menjadi istri seseorang, tutuplah mata dan palinglah pandangan dari laki-laki lain. Melihat laki-laki yang manis dalam berbicara dan hal-hal lain yang menyenangkan itu pandangan lahiriah, sedangkan kekurangan-kekurangannya tidak dapat diketahui sebelum hidup bersama.