Muslim di Eropa Hadapi Diskriminasi
Negara-negara Eropa melakukan diskriminasi terhadap pemeluk Islam, khususnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan
SERAMBINEWS.COM - Negara-negara Eropa melakukan diskriminasi terhadap pemeluk Islam,
khususnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan, menurut kelompok hak
asasi Amnesty International.
Dalam laporan yang dipusatkan pada
Belgia, Perancis, Belanda, Spanyol dan Swiss, Amnesty mendesak
pemerintah-pemerintah Eropa berupaya menangani pandangan negatif dan
kecurigaan terhadap Islam.
"Perempuan Muslim tidak mendapatkan
pekerjaan dan anak-anak perempuan tidak boleh hadir ke sekolah karena
mereka mengenakan baju terkait kepercayaan mereka, seperti jilbab," kata
Amnesty.
"Pria dapat dipecat bila memelihara janggut yang dikaitkan dengan kepercayaannya, Islam," tambah organisasi itu.
Laporan
Amnesty itu keluar dua hari setelah partai antiimigran Fron Nasional
mencapai suara besar dalam putaran pertama pemilihan presiden Prancis,
dengan sekitar 18 persen suara mendukung pemimpinnya Marine Le Pen.
Laporan
yang berjudul "Pilihan dan Prasangka: Diskriminasi terhadap Muslim di
Eropa" menyebutkan peraturan yang melarang diskriminasi dalam pekerjaan
tidak diterapkan di Belgia, Prancis dan Belanda.
Perusahaan-perusahaan
diizinkan untuk menerapkan larangan penggunaan simbol keagamaan atau
budaya dengan alasan dapat mengganggu klien atau kolega mereka atau
dapat mengganggu citra perusahaan, kata Amnesty.
Amnesty mengatakan langkah itu bertentangan dengan peraturan Uni Eropa.
"Peraturan
Uni Eropa melarang diskriminasi dengan alasan agama atau keyakinan
dalam hal pekerjaan tampaknya tidak ditanggapi di seluruh Eropa dan kami
memperhatikan tingginya pengangguran di kalangan Muslim," kata Marco
Perolini, pakar diskriminasi Amnesty International.
Ia menambahkan, hal ini terutama terjadi di kalangan perempuan Muslim yang berasal dari negara lain.
Organisasi itu juga mengkritik Swiss karena melarang pembangunan menara-menara masjid baru pada tahun 2009.
Amnesty
mengatakan di kawasan Katalunia, Spanyol, banyak umat Islam yang harus
sembahyang di tempat terbuka karena pemerintah menolak pengajuan
pembangunan masjid dengan alasan tidak sesuai dengan tradisi dan budaya
Katalan.