Rabu, 10 Juni 2026

Tafakur

Melampaui Batas

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan

Tayang:
Editor: bakri
Oleh Jarjani Usman

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan” (QS. Yunus: 12)

Ketika alam bergejolak, dengan penuh harap kita memanggil-manggil Allah. Kita memohon perlindunganNya. Terasa sekali Allah itu ada dan maha memberi pertolongan, serta tak lekang dari hati dan pikiran kita. Namun setelah bencana hilang, perlahan sebahagian kita begitu mudah melupakanNya. Bahkan sebahagian kita mengisi hari-hari dengan berbuat kejahatan kepada makhluk-makhluk ciptaanNya. Sungguh wajar disebut makhluk melewati batas.

Dalam keadaan demikian pun, kita masih berharap diterima di sisiNya dan ditempatkan di tempat yang layak bila nanti maut menjemput. Padahal saat masih hidup saja, kita tak mau menerima diri sendiri bila gemar berperilaku seperti manusia yang melewati batas. Buktinya tak ada yang mau mengakui diri munafik dan jahat. Kalaupun dituduh melakukan kejahatan dan memang benar melakukannya, pasti akan berusaha sekuat tenaga agar kesalahan itu tertutupi dengan cara apa saja. Ini pertanda diri kita sendiri sebenarnya juga malu terhadap kejahatan diri sendiri. Kalau ketahuan juga, rasanya lebih baik menghilang dari dunia ini atau bersembunyi di tempat yang tak terjangkau manusia lain.

Namun dalam keadaan demikian, kita masih juga punya harapan. Allah masih ada yang mau menerima kita dalam keadaan bersalah.  Allah dengan sifat Mahapengasih dan Mahapenyayang-Nya senantiasa menerima permohonan taubat hamba-hambaNya.  Namun, sayangnya sebahagian kita kembali mendekati di waktu susah, dan kembali melupakanNya di waktu senang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved