Tafakur
Membiarkan Kemungkaran
Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka
“Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain tidak saling melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat” (QS. Al-Ma`idah: 78-79).
Sangat menakjubkan sebuah perumpamaan yang dibuat Rasulullah sallallahu ‘alaihiwasallam tentang dahsyatnya dampak membiarkan kemungkaran. Beliau mengumpamakan orang(-orang) yang melakukan kemungkaran bagaikan orang-orang yang melubangi kapal yang sedang berlayar di tengah lautan luas. Jika kita membiarkannya, pasti binasalah semua orang yang ada di dalam kapal tersebut. Namun apabila kita mencegahnya, maka semua akan selamat (HR. Al-Bukhari).
Perumpamaan yang disampaikan Rasulullah mengingatkan (kita) akan hebatnya visi dan misi yang diusung sejumlah calon pemimpin, yang tak lain adalah nakhoda sebuah negeri. Sudah lazim terjadi, sebelum terpilih, mereka sangat bersemangat menyuarakan arah perbaikan dan kemajuan. Tak jarang juga diiringi dengan sumpah atas nama Allah. Tahap demi tahap kemajuan telah dirumuskan dengan seksama, seakan-akan apa yang terjadi ke depan begitulah adanya. Akibatnya, banyak orang tergiur dan menaruh harapan padanya.
Namun sayangnya, ketika menjadi pemimpin, visi dan misi yang hebat sering mengering. Terutama karena tidak diiringi dengan kemauan untuk mencegah kemungkaran. Lebih-lebih kemungkaran-kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orang dekat atau orang yang pernah membantu menyukseskan pemilihan (pemimpin) dan hasilnya dibagi-bagi. Akibatnya, kemungkaran-kemungkaran itu lambat atau cepat menimbulkan malapetaka yang dahsyat dalam perjalanan negeri menuju kemajuan. Negeri yang sedang dikendalikan menjadi bocor dan rapuh sendi-sendinya. Perlahan negeri tenggelam dalam lautan kemungkaran yang semakin bervariasi dan menjadi-jadi. Lebih-lebih penjaga keamanan negeri tak mau berbuat apa-apa untuk mencegahnya.