Nelayan Minta Kuala Panteraja Dikeruk
Para nelayan di Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya, meminta pemerintah mengeruk kuala yang telah mengalami pendangkalan pascatsunami
“Boat sedang dan kecil sekarang ini terpaksa harus menunggu air pasang bila hendak merapat ke dermaga,” kata nelayan setempat, M Bentara, kepada Serambi, Rabu (25/4).
Dia menjelaskan, sebelum musibah tsunami, panjang kuala mencapai 1 kilometer dari bibir pantai. Pascatsunami, pintu kuala dan lintasannya tertutup gundukan pasir sehingga bentuk dari dasar jalur kuala menjadi hilang.
“Kami meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk melakukan pengerukan dasar kuala. Sekaligus membangun batu pengaman agar kuala ini lebih sempurna,” pintanya.
Menanggapi hal itu, Kepala DKP Pidie Jaya, Ir Jailani, secara terpisaah mengatakan, pihaknya akan berkordinasi dengan DPRK untuk mengusulkan pengerukan dan pembangunan batu pengaman ke provinsi melalui dana otonomi khusus. Pengerukan kuala diakuinya membutuhkan dana yang sangat besar.
“Kalau kita cover melalui APBK, sungguh tidak terjangkau. Dua paket pekerjaan tersebut menguras belasan hingga puluhan miliar rupiah,” ujarnya.(c43)