A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Cabup Aceh Tengah Lapor KIP ke Panwas - Serambi Indonesia
Senin, 24 November 2014
Serambi Indonesia

Cabup Aceh Tengah Lapor KIP ke Panwas

Jumat, 27 April 2012 10:07 WIB

* Ribuan Surat Suara Berlebih

BANDA ACEH - Enam calon bupati (cabup) Aceh Tengah melaporkan dugaan pelanggaran pilkada oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat ke Panwas Aceh di Banda Aceh, Kamis (26/4). Salah satu isi laporannya adalah jumlah surat suara yang dicetak KIP tidak sesuai dengan data panwas setempat. Akibatnya, terjadi kelebihan ribuan surat suara.  

Usai melaporkan dugaan pelanggaran itu, keenam kandidat cabup tersebut mendatangi Kantor Harian Serambi Indonesia di Gampong Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, kemarin sore. Dalam laporan yang diterima Anggota Panwas Aceh Asqalani ditulis bahwa sepuluh kandidat bupati/wakil bupati menjadi korban, sehingga menguntungkan seorang kandidat cabup incumbent, yakni Nasaruddin.

Tapi yang menandatangani berkas laporan itu hanya enam kandidat. Salah satunya, Iklil Ilyas Lebe. “Empat lainnya juga mendukung laporan ini, tapi kebetulan tidak bisa hadir, ada yang sedang tugas di luar Aceh,” kata Iklil Ilyas.  

Menurutnya, sebelum pilkada semua kandidat mengikuti pertemuan bersama Muspida Plus Aceh, KIP yang dibuat oleh Pj Bupati Aceh Tengah di Gedung UMI, 7 April 2012, Komisioner KIP Aceh Tengah Ir Husin Canto ketika itu mengatakan jumlah kertas surat suara dicetak DPT 122.239. Ditambah 2,5 persen atau 3.055 surat suara cadangan dan ditambah lagi 2,5 persen atau 3.055 surat suara.

“Total 128.349 surat suara. Menurut KIP Aceh Tengah, penambahan 2,5 persen surat suara yang terakhir untuk cadangan mengantisipasi pilkada ulang di beberapa kawasan karena bencana alam dan lain-lain yang disahkan Undang-undang (UU). Padahal, hal ini tak disebutkan dalam Qanun Nomor 5 Tahun 2011 ayat (1) dan (2). Sehingga apa dasar hukumnya KIP mencetak 2,5 persen kertas suara itu? Adapun menurut Anggota Panwas Aceh Tengah Azanollah, jumlah kertas suara dicetak 129.227,” sebut Iklil.         

Kata Iklil, sebelum pilkada juga ada kesepakatan bersama antara KIP dan semua kandidat, apabila kertas suara tiba di Takengon, maka KIP, Panwas, TNI/Polri, dan seluruh kandidat memastikan jumlah surat suara yang dicetak serta memeriksa berapa yang bagus dan rusak untuk dibuat berita acara.

“Ternyata KIP ingkar janji terhadap hal ini, sehingga semua kandidat tidak menyaksikan langsung berapa jumlah surat suara yang tiba dan bagaimana keadaannya,” ujar Iklil.

Iklil dan lima kandidat cabup lainnya juga menyesalkan pernyataan Ketua KIP Aceh, Abdul Salam Poroh yang menyatakan KIP dan panwas setempat akan menyelesaikan sengketa pilkada di Aceh Tengah, jika kondisi daerah itu sudah benar-benar aman, seperti diberitakan Serambi kemarin.

“Ini artinya seakan-akan jika sudah aman, pelanggaran dilakukan KIP sudah legal. Jangan seperti itu, tapi evaluasi pelanggaran ini dan laksanakan pilkada ulang,” tukas Iklil.

Menurutnya, kecurangan pilkada di Aceh Tengah bukan di sebagian kecamatan, seperti halnya Gayo Lues, tapi di seluruh kabupaten itu yang terdiri atas 14 kecamatan. “Sampai saat ini belum ada kandidat menang dan kalah, surat suara belum direkap, dan masih diamankan di Mapolres Aceh Tengah,” demikian Iklil. (sal)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas