Jumat, 28 November 2014
Serambi Indonesia

Honorer Aceh Utara Gantung Diri

Jumat, 27 April 2012 08:48 WIB

LHOKSUKON – Warga Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara, Rabu (25/4) sekitar pukul 17.30 WIB, digegerkan dengan ditemukannya seorang honorer Dinas Cipta Karya Aceh Utara, Iskandar (30), tergantung dalam kamar rumahnya di Desa Hagu Kecamatan Matangkuli. Pria lajang tersebut didapati mengakhiri hidup dengan gantung diri dengan seutas tali nilon warna putih. Sejauh ini polisi masih meneliti penyebab pasti kematian pemuda tersebut.

Informasi yang diperoleh Prohaba kemarin, hari itu Iskandar mengunci dirinya dalam kamar sejak pagi. Namun, ketika Puteh Gani (75), ayahnya keluar rumah, melihat dari jendela kamar, posisi anaknya seperti tergantung. Untuk memastikan, kemudian ayah korban langsung mendobrak pintu yang terkunci dari dalam.

Ayahnya tersentak kaget melihat anak bungsunya tergantung dalam kamar. Lalu lelaki itu segera memberitahukan temuan tersebut kepada aparat desa setempat. “Saat kami tiba di dalam kamar, posisi Iskandar dalam kondisi terbaring. Kemudian kami memberitahukan persoalan ini kepada polisi dan tak lama kemudian mereka langsung tiba di lokasi,” kata Keuchik Hagu M Nasir kepada Prohaba kemarin.

Lalu, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Matangkuli untuk divisum. Namun, berdasarkan hasil medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban. Lalu jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah, untuk dikebumikan. “Tadi siang (kemarin red), sekitar pukul 10.30 WIB korban dikebumikan,” kata Keuchik.

Kapolres Aceh Utara AKBP Farid BE melalui Pj Kapolsek Matangkuli AKP Sugiharto kepada Prohaba kemarin, membenarkan pihaknya sekarang sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian pemuda itu. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, kemudian lidah korban menjulur dan pada bagian kemaluan ditemukan bekas sperma,” katanya. Berdasarkan pengakuan pihak keluarga, dua hari sebelum kejadian tersebut, korban seperti orang ketakutan, tapi belum diketahui penyebabnya.

Informasi yang diterima Prohaba, selama ini pemuda itu dikenal dengan pemuda yang baik tapi pendiam. Beberapa hari sebelum kejadian korban sering menyendiri, dan tak berkomikasi dengan orang lain.(c37)  
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas