Rabu, 10 Juni 2026

Sang Jawara dari Negeri Perak

Amirul Asyraf bin Nasaruddin (22) mahasiswa asal Perak Malaysia yang menimba ilmu di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Sang Jawara dari Negeri Perak
Amirul Asyraf bin Nasaruddin, mahasiswa IAIN Ar Raniry Banda Aceh, Kamis (26/4) mengajar di SDN Remang Ketike Jaya, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. SERAMBI/MAHYADI
Amirul Asyraf bin Nasaruddin (22) mahasiswa asal Perak Malaysia yang menimba ilmu di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, “terdampar” di pelosok Kabupaten Bener Meriah. Selama beberapa pekan ke depan, ia akan tinggal dan berbaur dengan masyarakat petani kopi di daerah itu. Sejak 26 April 2012 lalu, pria berkulit sawo matang ini bersama 139 mahasiswa IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, mengikuti kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Kabupaten Bener Meriah.

Kampung Remang Ketike Jaya, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, merupakan tempat Amirul Asyraf bin Nasaruddin, bersama kedua rekannya Muhammad Isa asal Pidie Jaya dan Zahrina asal Aceh Besar, mengabdikan diri selama beberapa pekan ke depan. Kamis (26/5) siang, sekira pukul 12.00 WIB, Amirul Asyraf ditemui Serambi sedang mengajar murid SDN Remang Ketike Jaya.

Pria bertubuh sedang dan berkulit sawo matang serta berpenampilan sederhana ini, ketika dijumpai serambi, terlihat masih mengenakan almamater berwarna biru. Meski berpenampilan sederhana, namun mahasiswa asal Malaysia ini,dikenal memiliki sejumlah prestasi. Konon lagi, meski ia menimba ilmu di negara orang lain, namun bisa mengantongi IPK mencapai 3,5.

Bahkan ia pernah pernah dipercayakan mewakili fakultas untuk mengikuti lomba debat antarmahasiswa soal gender maupun penerapan Syari’at Islam di Aceh. Dan sebelum melanjutkan kuliah di Banda Aceh, di negaranya, Amirul Asyraf pernah menjuarai beberapa event di antaranya lomba Nasyid, tahfiz Alquran serta aktif dalam bidang agama.

Sedangkan ketertarikannya untuk berkuliah di Serambi Mekkah ini, lantaran di mata Amirul Asyraf, antara Aceh dan Malaysia memiliki kesamaan budaya. Tiga tahun setengah ia menetap di Banda Aceh, bersama sejumlah teman senegaranya. Kuliah di IAIN Ar-Raniry, Amirul Asyraf mengambil jurusan Konseling Islam.

Ketika ditanya soal kuliah di IAIN Ar-Raniry, Amirul Asyraf mengakui perguruan tinggi tersebut sangat baik dalam mengaktifkan mahasiswa. Namun, Amirul Asyraf  sedikit mengkritisi soal penerapan sistem di IAIN Ar-Raniry. “Kalau dilihat  sistim, IAIN Ar-Raniry sedikit agak ketinggalan dibandingkan dengan perguruan tinggi kembarannya,” kata  dia.

Menurut Amirul, IAIN Ar-Raniry saat ini, telah memiliki gedung baru sehingga diharapkan ke depannya bisa melahirkan intelektual yang sesuai dengan gedungnya.  (mahyadi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved