Minggu, 21 Desember 2014
Serambi Indonesia

Jakarta tak Ragukan Aceh

Sabtu, 28 April 2012 13:22 WIB

Jakarta tak Ragukan Aceh
Gubernur terpilih Aceh dr Zaini Abdullah bersama Malik Mahmud dan Wakil Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh-Papua DPR RI, Marzuki Daud saat diterima Menteri ESDM Jero Wacik di kantornya, Jumat (27/4) siang. FOTO/IST
JAKARTA - Gubernur Aceh terpilih, dr Zaini Abdullah bersama Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud, Jumat kemarin bersilaturahmi ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik. Di hadapan Zaini dan rombongan, Menteri ESDM menegaskan tak ada sedikit pun keraguan Pemerintah Pusat terhadap Aceh.

“Segera setelah gubernur dan wakil gubernur terpilih dilantik, pembangunan Aceh dilanjutkan, termasuk masalah receiving terminal gas Arun dan Belawan,  Sumut dan masalah lainnya,” kata Jero Wacik.

Dalam kunjungan silaturahmi ke Menteri ESDM, Jumat (27/4) siang, Zaini juga didampingi Wakil Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh DPR RI Marzuki Daud dan tim ahli Partai Aceh Iskandar A Gani.

“Kita tunggu beliau dilantik (maksudnya Zaini Abdullah). Setelah itu kita lanjutkan pembangunan semuanya. Yang penting rakyat Aceh bersatu dan jangan masing-masing membawa bendera,” tandas Jero Wacik.

Kunjungan gubernur Aceh terpilih dan tim Pemantau Aceh DPR RI kepada menteri ESDM dalam rangka silaturahmi sekaligus membicarakan pengupayaan sumber daya alam Aceh ke depan dan juga meminta jaminan pemerintah agar LNG Arun dengan 14 tanki besarnya tidak menjadi besi tua di Aceh. Silaturahmi itu juga dihadiri Dirut PT Arun, Fauzi dan para pejabat Pertamina serta Direktur Bidang Energi Kementerian ESDM.

Menteri ESDM mengungkapkan selama ini pihaknya banyak menampung aspirasi dari berbagai pihak di Aceh yang menyebutkan bendera gubernur, bendera bupati, bendera legislatif berjalan dengan versi masing-masing.

Tanpa menjelaskan lebih jauh aspirasi dimaksud, Menteri ESDM berharap legislatif dan eksekutif harus bersatu dan mau berbagi, karena dimana pun bukan saja di Aceh, kalau tidak mau berbagi bisa terjadi rusuh lagi.

Jero Wacik juga mengungkapkan kedekatannya dengan Aceh. Dia ditugaskan ke Aceh sejak peristiwa tsunami oleh presiden yang waktu itu dia sebagai Menteri Budaya dan Pariwisata. Dia diamanahkan agar membangun Aceh supaya tidak tercerabut dari akar budayanya.

“Saya mengambil langkah-langkah, membuat film Serambi, menampilkan tari Saman dalam setiap acara di dalam negeri dan sampai ke luar negeri. Saya sudah mendaftarkan tari saman ke Unesco sebagai warisan dunia. Saya tidak lupa dengan makanan khas Aceh ikan keumamah dan ayam tangkap. Saya terbitkan buku tujuh tahun membangun kebudayaan yang isinya termasuk kebudayaan Aceh. Saya menikmati budaya Aceh dan senang memakai busana Aceh,” ungkap Jero Wacik.

Gubernur Aceh terpilih dan Pemangku Wali Nanggroe Malek Mahmud menyatakan puas mendapat jaminan dari Menteri ESDM tentang pembangunan di Aceh. “Kami terharu dan baru tahu bahwa yang membawa tari saman ke luar negeri adalah Menteri Jero Wacik,” kata Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud.(fik)


mereka yang hadir
* Gubernur terpilih dr Zaini Abdullah
* Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud
* Tim Ahli PA, Iskandar A Gani
* Sejumlah petinggi PA
* Wakil Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh DPR RI, Marzuki Daud
* Dirut PT Arun, Fauzi
* Pejabat Pertamina


Agar Arun tak
Jadi Besi Tua


BANYAK hal yang berkembang dalam pertemuan Menteri ESDM, Jero Wacik dengan gubernur Aceh terpilih, dr Zaini Abdullah dan Pemangku Wali Nanggroe, Malik Mahmud di Jakarta, Jumat (27/4) siang.

Salah satu topik pembicaraan adalah soal proyek-proyek vital di Aceh, utamanya di Aceh Utara. Terkait dengan proyek vital tersebut, di antaranya PT Arun, Menteri ESDM mengingatkan lagi, “Urusan Arun dan Belawan kita bicarakan nanti dan kita cari formula yang paling mudah sehingga rakyat mendapat hasilnya.”

Wakil Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh DPR RI, Marzuki Daud yang ikut dalam rombongan gubernur Aceh terpilih mengatakan, Aceh memang perlu dibangun karena sampai hari ini kesenjangan di Aceh belum diselesaikan. “Masalah receiving terminal gas Arun sudah menjadi agenda agar Arun tidak menjadi besi tua. Sebanyak 14 tanki raksasa gas yang ada di Arun mampu mengalirkan gas ke Sumut. Pembangunan pipa yang direncanakan selesai dalam  18 bulan sudah masuk tender,” ujar Marzuki.(fik)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas