Keuchik Rela Jerih tak Naik Demi ADG
Nyatanya, hanya tahun 2009 yang dialokasikan Rp 10 juta/desa, sedangkan tahun 2010 sampai 2012 tidak ada lagi
Dalam rapat yang berlangsung di kawasan Juli, Bireuen, keuchik juga menagih janji bupati, dimana pada tahun 2009, bupati bersama DPRK akan mengalokasikan ADG setiap tahun. Nyatanya, hanya tahun 2009 yang dialokasikan Rp 10 juta/desa, sedangkan tahun 2010 sampai 2012 tidak ada lagi.
Ketua AGKB, Sofyan Noor kepada Serambi, kemarin, mengatakan, sebenarnya kenaikkan jerih payah keuchik memang sudah menjadi kewajiban Pemkab dan perundang-undangan agar dinaikkan sesuai UMR. Begitu juga biaya operasional gampong sudah sepatutnya setiap tahun dianggarkan dalam APBK. “Jika menaikkan upah jerih jadi alasan utama tidak dialokasikan ADG, keuchik di Bireuen siap tidak menerima kenaikan jerih itu,” tegas Sofyan.
Rekomendasi lain dari pertemuan itu, tambahnya, yaitu keuchik berharapn DPRK dapat memperjuangkan ADG minimal 50 persen dari besarnya dana BKPG, mengucurkan secepat mungkin ADG agar program pembangunan desa dapat berjalan, serta AGKB Bireuen akan meminta bertemu dengan bupati dan DPRK untuk menagih janji yang pernah disampaikan itu.(yus)