Aliansi Buruh dan LSM Soroti UMR Murah
Sebagai perbandingan, harga normal rata-rata tarif sewa kamar kos atau kontrak adalah Rp 150.000 - Rp 300.000 per bulan.
SERAMBINEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Aliansi buruh dan aktivis lembag swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Lampung (GRL) menyoroti masih rendahnya upah buruh yang tercermin dalam upah minimum provinsi (UMP). Penolakan upah rendah ini disampaikan dalam unjuk rasa GRL pada Hari Buruh Sedunia, Selasa (1/5/2012) di depan Kantor Gubernur Lampung.
Deni Kurniawan, koordinator unjuk rasa dari GRL mengatakan, UMP di Lampung per 2012 hanya senilai Rp 975.000 sangatlah rendah dibandingkan kebutuhan riil buruh. "UMP selalu lebih rendah dari kebutuhan hidup laik (KHL)," tutur Deni.
Adapun angka KHL Lampung adalah Rp 1,5 juta. "Bagaimana UMP tidak rendah jika indeks komponen sewa kamar saja ditentukan Rp 35 ribu per bulan. Ini kan tidak realistis," katanya.
Sebagai perbandingan, harga normal rata-rata tarif sewa kamar kos atau kontrak adalah Rp 150.000 - Rp 300.000 per bulan.
Menurut dia, tekanan pengusaha terhadap penentuan rendahnya upah atau kesejahteraan buruh merupakan bentuk penjajahan baru. "Itu adalah perbudakan baru oleh neokapitalisme," ujarnya.