Politeknik, Pencetak Mahasiswa Siap Kerja
Bukan rahasia lagi jika banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur
Menurut Agus Setiawan, pembantu direktur III
Politeknik Negeri Jakarta, daya serap lulusan politeknik di dunia kerja
cukup tinggi.
"Rata-rata lulusan Politeknik dari mulai waktu
tunggu kelulusan sampai mendapat pekerjaan hanya dibutuhkan waktu 3
bulan," katanya dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com.
Keterampilan
para mahasiswa lulusan politeknik, terang Agus, karena prosentase
prakteknya mencapai 60 persen dan teori maksimal 40 persen. "Selain itu,
pada semester 6, mahasiwa Politeknik akan mendapatkan training atau PKL
ke berbagai perusahaan selama tiga bulan," paparnya.
Selama
menempuh studi di politeknik, mahasiswa wajib menerima pelajaran 40 jam
per minggu dengan mengikuti peraturan akademik. Para mahasiswa juga
lebih difokuskan pada implementasi teknologi terapan sehingga tidak ada
"jurang" antara ilmu dan teori yang dipelajari dengan apa yang
dibutuhkan oleh dunia kerja.
“Mahasiswa politeknik dituntut
disiplin yang cukup ketat, agar mereka terbiasa dengan aturan-aturan
yang diterapkan di dunia industri,” papar Agus.
Sekitar 80
persen lulusan politeknik bekerja di dunia Industri/usaha, 10 persen
menjadi pegawai negeri sipil dan sisanya bekerja BUMN. Politeknik juga
melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan yang langsung menampung
kerja para lulusan.
Kemudahan mendapatkan pekerjaan juga
dirasakan Yulilanti Indah Purnamaningrum, lulusan Politeknik Negeri
Jakarta tahun 2011 jurusan teknik sipil. “Bahkan sebelum lulus pun kami
sudah diminta langsung bekerja,” jelas Lee, panggilan akrabnya.
Meski begitu Lee memilih tidak mengambil tawaran bekerja tersebut karena akan melanjutkan studi ke jenjang S1 di luar negeri.
Politeknik
menerima calon mahasiswa dari lulusan SMA dan sederajat. Seperti halnya
universitas negeri, politeknik negeri juga puya seleksi nasional
mahasiswa baru layaknya seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri
(SNMPTN). Seleksi masuk yang dinamakan ujian masuk politeknik negeri
(UMPN) ini memungkinkan calon mahasiswa di seluruh Indonesia bisa
memilih politeknik secara lintas daerah.