Warga Blokir Jalan Pengangkutan Tanah Galian C
Kamis, 3 Mei 2012 09:31 WIB
Berita Terkait
- Warga Bukit Jaya Blokir Jalan
- Warga Blokir Jalan ke PLTU Kuta Makmue
- Buruh Blokir Bandara Polonia
- Pemilik Tanah Buka Kembali Jalan T Alian
- Buka Tutup Cot Panglima Mulai Senin
- Pohon Tumbang di Geurutee, Puluhan Kendaraan Terhalang
- Pembangunan Jalan di Arongan Lambalek Dilanjutkan
- Tanah Lintas Teunom-Calang Dibayar Tahun Depan
- Pemilik Tanah Blokir Jalan T Alian
- Warga Blokir Lintas Meulaboh-Calang
CALANG - Warga Gampong Baro Sayeung, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, Rabu (2/5) pagi memblokir jalan menuju lokasi pengambilan tanah galian C di wilayah itu. Pemblokiran dilakukan sebagai bentuk protes dan kesal terhadap pemerintah setempat yang hingga saat ini belum mengaspal jalan tersebut. Pemblokiran jalan menyebabkan para sopir truk pengambil tanah timbun di lokasi itu terpaksa menghentikan aktivitasnya.
Keuchik Baro Sayeung, Hadini A kepada Serambi, Rabu (2/5) mengatakan, sejak bencana tsunami akhir tahun 2004 lalu hingga saat ini jalan tersebut tak ada perhatian sama sekali dari Pemerintah Aceh Jaya. Karenanya warga sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk segera membangun jalan tersebut, sebab masyarakat yang bermukim di pinggir jalan itu setiap hari harus menghirup debu.
“Warga baru akan membuka blokir jalan jika pemerintah menjamin jalan sepanjang satu kilometer ini diaspal. Kalau pemerintah belum memberikan komitmen untuk mengaspal jalan itu, maka jalan tersebut tetap akan diblokir dan pengambilan tanah galian C untuk dijadikan berbagai timbunan sementara waktu dihentikan dulu,” kata Hadini.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Aceh Jaya Ir Rusman Salam yang berusaha dikonformasi Serambi, kemarin terkait dengan dengan pemblokiran jalan jalan Sayeung menuju lokasi pengambilan tanah timbun, hingga sore kemarin belum berhasil.(c45)
Keuchik Baro Sayeung, Hadini A kepada Serambi, Rabu (2/5) mengatakan, sejak bencana tsunami akhir tahun 2004 lalu hingga saat ini jalan tersebut tak ada perhatian sama sekali dari Pemerintah Aceh Jaya. Karenanya warga sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk segera membangun jalan tersebut, sebab masyarakat yang bermukim di pinggir jalan itu setiap hari harus menghirup debu.
“Warga baru akan membuka blokir jalan jika pemerintah menjamin jalan sepanjang satu kilometer ini diaspal. Kalau pemerintah belum memberikan komitmen untuk mengaspal jalan itu, maka jalan tersebut tetap akan diblokir dan pengambilan tanah galian C untuk dijadikan berbagai timbunan sementara waktu dihentikan dulu,” kata Hadini.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Aceh Jaya Ir Rusman Salam yang berusaha dikonformasi Serambi, kemarin terkait dengan dengan pemblokiran jalan jalan Sayeung menuju lokasi pengambilan tanah timbun, hingga sore kemarin belum berhasil.(c45)
Editor : bakri
