Dewan Panggil Kadis Cipta Karya
Pasalnya proyek yang dikerjakan menggunakan anggaran 2011 sebesar Rp 2,3 miliar itu baru saja rampung namun kembali rusak
MEULABOH - Pihak DPRK Aceh Barat, Kamis (3/5) memanggil Kadis Cipta Karya dan Pengairan kabupaten setempat, Ir Sofyan ke gedung dewan mempertanyakan soal proyek bendungan irigasi Tanjong Seumantok di Kecamatan Pante Ceuremen yang jebol/ambruk beberapa waktu lalu. Pasalnya proyek yang dikerjakan menggunakan anggaran 2011 sebesar Rp 2,3 miliar itu baru saja rampung namun kembali rusak sehingga menyebabkan terhentinya suplai air ke sawah penduduk.
Pertemuan itu dipimpin Wakil ketua, Herman Abdullah SE dan dihadiri anggota dewan dari daerah pemilihan Pante Ceureumen, Ramli SE, Abdul Kadir, Drs Nasri, Ibrahim Husen, Bustanuddin, dan Nurhayati, serta Ketua Komisi C, Ir Yusaini.
Sedangkan dari eksekutif selain Sofyan, juga hadir Asisten Pembangunan, Drs Hasan Abdullah, Kabag Pembangunan Azhari SAg MSi. Rekanan yang mengerjakan proyek bendungan irigasi CV Ilham Jaya yang juga diundang ke dewan, namun tidak hadir. Selain itu juga hadir sekitar 20 orang masyarakat Pante Ceureumen yang pada Senin (30/4) berdelegasi ke DPRK.
Anggota DPRK, Nasri, Ramli Abdul Kadir, dan Ibrahim Husen mengungkapkan, anggota dewan sudah turun langsung dua hari lalu ke lokasi proyek itu menindaklanjuti aksi delegasi warga dari tiga desa ke DPRK pada Senin (30/4) lalu yang menyampaikan protes terhadap ambruk bendungan irigasi sudah dua minggu lebih, sehingga berdampak pada terhentinya suplai air ke sawah penduduk.
Ramli mengungkapkan proyek bedungan itu mengecewakan disebabkan dikerjakan diduga tidak sesuai spek yakni pada pengerjaan seharusnya koral tetapi pada bedungan itu hanya kerikil diisi, dan lebih aneh lagi diisi dengan alat berat, padahal pengejerjaan bedungan itu harus diisi dengan manual dengan tangan sehingga ada beberapa kejanggalan.
Bahkan, anggota DPRK menyatakan bila tidak diperbaiki maka kasus proyek ini akan diteruskan ke Kejati Aceh dan Polda Aceh terhadap proyek yang dikerjakan asal-asalan sementara anggaran mencapai Rp 2,3 miliar dana DAK APBK 2011 lalu.(riz)
* jawaban kadis
Agar Rekanan Memperbaiki
KADIS Cipta Karya dalam jawabannya mengatakan, terhadap kerusakan irigasi itu akan diperbaiki dan sudah diminta kepada rekanan yang mengejar proyek itu agar diperbaiki meski masa pemeliharan sudah habis pada 28 April 2012 lalu. Namun ia mengaku jebol bedungan irigasi disebabkan kayu yang melintas. “Saya sudah minta rekanan menanggulangi kerusakan itu,” ujar Sofyan.(riz)
Lahan Sawah Kering
MUKIM Manjeng, Abdurafa mengaku dari awal ketika proyek itu dibangun sudah dipertanyakan oleh masyarakat sebab rawan abruk atau jebol. Karena itu masyarakat berharap segera ditangulangi, sebab awal Juni ini penduduk akan turun ke sawah, sebab ekses dari jebol bendungan irigasi itu lahan sawah tiga desa meliputi Desa Manjeng, Semantok, dan Pante Ceuremen kering. “Harapan petani irigasi yang jebol segera diperbaiki,” ujarnya.(riz)