Jumat, 31 Juli 2015
Home » Opini

Menggugat Akreditasi Unsyiah

Sabtu, 5 Mei 2012 14:00

SAYA dan beberapa kawan dari Tim Peneliti Pekan Kreatifitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), membicarakan masalah persiapan teknis penelitian di sebuah warung kopi di Banda Aceh. Sore itu kami benar-benar sedikit merasa bebas dari beban dan merasa senang karena proposal penelitian kami lolos ke Dikti.

Sambil ngopi dan berdiskusi dengan teman-teman tim, saya juga menghidupkan laptop untuk mencari informasi-informasi terbaru tentang pendidikan, budaya, politik, perkembangan zaman dan tentunya tak ketinggalan lomba-lomba terbaru. Dan, saya menemukan satu lomba yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Sipil sebuah universitas terkenal di Indonesia, yaitu Lomba Rancang Kuda-kuda tingkat Nasional.

Lomba tersebut sangat relevan dengan disiplin ilmu yang saya tekuni sekarang di Teknik Sipil Unsyiah. Yang membuat saya tertarik mengikuti lomba ini adalah setelah saya membaca latar belakang pelaksanaannya ada kaitan dengan kondisi kekinian yang membutuhkan solusi mendesak. Yakni, mengenai posisi Indonesia yang terletak di ring of fire (cincin api) yang rawan bencana, sehingga diperlukan rancangan kuda-kuda terbaru yang mampu menahan beban dan aman pada saat terjadi gempa seperti yang kita alami di Aceh pada 2004 lalu yang disertai dengan tsunami, dan gempa berkekuatan 8,5 SR pada 11 April 2012 lalu.

Berita lomba tersebut juga saya kabarkan kepada teman-teman tim, dan kami semua sepakat mengikutinya dengan harapan mampu mencari permasalahan dan membantu masyarakat dalam mencari solusi. Persyaratan lomba ini antara lain, pesertanya terdiri dari mahasiswa D3/S1 aktif dari universitas/perguruan tinggi Negeri maupun Swasta dengan akreditasi minimal B.

Sialnya Unsyiah berakreditasi C yang membuat semangat kami hancur berkeping-keping bak disambar petir di siang bolong. Sangking kesalnya saya sampai membantingkan buku bacaan yang baru saja selesai saya baca di meja. Rencana awal kami semua buyar tak berguna karena terhambat oleh akreditasi Universitas “Jantoeng Hatee” rakyat Aceh, yang “menderita penyakit hepatitis” alias C.

 Menyoal visi-misi

Rasa kesal saya belum pulih, sehingga saya mecoba mencari tahu visi dan misi Unsyiah dengan cara membuka website Unsyiah, yang salah satu content-nya juga memuat soal visi dan misi Unsyiah. Visi: Menjadikan Universitas Syiah Kuala sebagai salah satu Universitas terkemuka di Asia Tenggara dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menghasilkan lulusan yang berkualitas serta menunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika.

Misi: Pertama, menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang berkualifikasi sebagai pakar, peneliti dan pemikir dengan memanfaatkan seluas-luasnya aplikasi teknologi untuk pembangunan ilmu pengetahuan; Kedua, mengembangkan budaya dan sistem riset untuk menghasilkan produk riset yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat;

Ketiga, mengembangkan kerjasama institusional dalam rangka percepatan pembangunan untuk menjadi universitas yang mandiri.; Keempat, meningkatkan kualitas manajemen universitas serta terus-menerus untuk mendukung kegiatan dan layanan melalui penerapan prinsip akuntabilitas, transparansi dan partisipatif yang bercirikan good government, dan; Kelima, menggalakkan pengabdian kepada masyarakat berlandaskan tanggung jawab sosial yang besar.

Halaman123
Editor: hasyim
KOMENTAR
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas