Pasangan Manusia Purba Memeluk Batu
Bukan itu saja, memeluk batu seperti sedang tidur dengan memeluk bantal
Kajian itu dikemukakan Kepala Balai Arkeologi (Balar) Medan, I Ketut Wiradnyana kepada Serambi, Sabtu (10/12/2011) setelah melakukan penelitian arkeologis di gua (loyang) Mendale, Loyang Ujung Karang, dan Loyang Pukes di Kecamatan Kebayakan sepanjang dua tahun terakhir.
Kajian arkeologis yang dilakukan oleh arkeolog (ahli fosil dan kepurbakalaan) itu juga mengungkapkan bahwa Suku Batak berasal dari dataran tinggi Gayo, bukan sebaliknya. Menurutnya, selama ini masyarakat luas menganggap Suku Gayo berasal dari Suku Batak yang dikenal dengan Batak 27.
Suku Batak di sana dianggap telah mengungsi ke dataran tinggi Gayo dan menetap di Aceh Tengah hingga menjadi Suku Gayo. Penelitian arkelogi dengan menggali situs-situs purbakala pada tiga titik di Kecamatan Kebayakan, ditemukan kerangka manusia prasejarah pada situs tersebut.
Hasil penelitian karbon, usia kerangka manusia purba itu berkisar antara 4.400 hingga 3.580 tahun. Itu artinya, kawasan dataran tinggi Gayo sudah dihuni oleh manusia sejak ribuan tahun lalu, jauh sebelum adanya Suku Batak dan suku-suku lain di Pulau Sumatera yang tergolong Melayu Tua (Proto Melayu)
Sedangkan pasangan manusia prasejarah yangditemukan berdekatan, I Ketut menyatakan bahwa masa itu, telah dikenal dengan namanya agama karena percaya ada kehidupan sesudah mati. Sedangkan kerangka di gua Ujung Karang, salah satu tengkorak kepala rusak terkena himpitan batu yang berada sekeliling atau atas kerangka.(c35/min)