Kamis, 27 November 2014
Serambi Indonesia

Warga Gali Lobang di Jalan Padat Karya

Sabtu, 5 Mei 2012 09:47 WIB

Warga Gali Lobang di Jalan Padat Karya
Warga melubangi jalan Padat Karya, di Gampong Blang Pueb, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, Jumat (4/5). Aksi itu dilakukan karena warga tidak tahan dengan debu yang timbul saat kendaraan roda empat melintas. SERAMBI/M NAZAR
SIGLI - Warga menggali lobang di atas badan jalan padat karya, tepatnya di Gampong Pueb, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, Jumat (4/5). Tindakan masyarakat tersebut karena tidak terima jalur tersebut hanya diaspal pemerintah setengah.

“Kami heran pak, kenapa jalan Padat Karya yang melintasi desa kami dilakukan pengerasan saja. Pemerintah sedianya mengaspal jalan itu seluruhnya,” kata Faisal Riza (32) warga Gampong Blang Pueb, Kecamatan Glumpang Tiga, kepada Serambi, Jumat (4/5).

Amatan Serambi kemarin, kendaraan roda empat yang kebetulan sempat melintasi di jalan itu terpaksa balik arah. Karena badan jalan itu telah berlobang digali warga. Untuk roda dua bisa melintasi jalan Padat Karya itu, karena warga meninggalkan sisa jalan yang tidak digali. Jalur sepanjang 2,8 kilometer itu melintasi Gampong Jumpa, Pulo Batee, Blang Pueb, Blang Tunong dan Dayah Gampong Pisang. Saat ini yang telah diaspal mulai dari Gampong Jumpa hingga Pulo Batee.

Kata Faisal, kondisi jalan berbatu kerikil dan berdebu itu telah berlangsung satu tahun sejak jalan tersebut selesai dilakukan pengerasan. Kata Faisal, warga kesal, karena jalur itu sudah setahun lebih tidak kunjung diaspal pemerintah daerah. “Ini adalah bentuk kekecewaan warga menggali lubang di jalan, agar tidak dilewati kendaraan roda empat. Pemerintah kabupaten harus segera mengaspal jalan Padat Karya itu,” kata Faisal dibenarkan Masykur (26) warga lainnya.

Sekretaris Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Pidie, Muhammad Nazar ST MT, yang dihubungi Serambi kemarin mengatakan, jalan Padat Karya yang diaspal pada tahun 2011 sesuai dengan dana yang diplotkan sekitar Rp 700 juta sepanjang 2,1 kilometer. Sementara sisanya tidak cukup dana sehingga pemerintah hanya melaksanakan pengerasan saja.

Dijelaskan sisa jalan tersebut tetap diaspal pada tahun 2013. Karena pada tahun ini lupa dinaikkan pada APBK 2012. “Tapi, kami berusaha jika adanya sisa tender pada tahun ini, kita akan mengalihkan pada pengaspalan sisa jalan tersebut,” katanya.(naz)
Editor: hasyim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas