Pegawai PBB di Jordania Mogok Kerja
Para wartawan mengatakan akibat pemogokan, 172 sekolah di Jordania tidak melakukan kegiatan belajar mengajar.
Para pegawai ini bekerja untuk UNRWA, badan PBB yang mengurusi bantuan bagi para pengungsi Palestina di Jordania.
"Mogok kerja dilakukan setelah perundingan dengan pihak manajemen gagal," kata pejabat senior UNRWA kepada AFP, yang menambahkan tidak ada batas waktu kapan aksi mogok ini akan berakhir.
Pejabat
tersebut mengatakan para pegawai UNRWA, termasuk guru dan staf medis,
sejak beberapa waktu lalu menuntut kenaikan gaji 140 dollar AS dan
meminta tidak dilakukan pemotongan terhadap bonus tahunan mereka.
Para wartawan mengatakan akibat pemogokan, 172 sekolah di Jordania tidak melakukan kegiatan belajar mengajar.
Tercatat ada 123.000 murid di sekolah-sekolah tersebut.
Pemogokan
ini dilakukan sepekan setelah para pegawai UNRWA menggelar mogok
sehari, yang kemudian ditanggapi manajemen dengan tawaran dialog untuk
membahas berbagai masalah di lapangan.
UNRWA menangani tidak
kurang dari lima juta pengungsi Palestina di Timur Tengah, lebh dari dua
juta di antaranya berada di Jordania.
Badan PBB tersebut
mengatakan diperlukan dana 344 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,1
triliun untuk membiayai berbagai operasional mereka.