Selamat Tinggal Obesitas
Kami mengajarkan tentang terapi pasien obesitas yang bersifat spesifik (individual) untuk masing-masing pasien," ungkapnya.
SERAMBINEWS.COM - Obesitas jadi masalah kesehatan yang cukup meresahkan. Pemicu penyakit kronik, di antaranya diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner dan pembuluh darah, hipertensi, strok dan beberapa jenis kanker. Bagaimana mengatasinya?
Menurut Dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK, pakar penurunan berat badan, secara umum ada empat pendekatan dalam terapi penurunan berat badan, yaitu terapi perubahan perilaku, pengaturan makan (diet), olahraga dan pengobatan.
"Secara teori terlihat mudah, seakan-akan keempat pendekatan itu dapat begitu saja diterapkan sama bagi setiap pasien. Ternyata aplikasinya tidaklah demikian sederhana. Setiap pasien obesitas memiliki karakteristik, motivasi dan riwayat kesehatan yang berbeda, oleh karena itu pada seminar dan kursus kali ini, kami mengajarkan tentang terapi pasien obesitas yang bersifat spesifik (individual) untuk masing-masing pasien," ungkapnya.
Salah seorang pasien Dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK yang menjadi pemenang kompetisi Bye Bye BIG, sukses menurunkan 21 kg berat badannya, dari 82 menjadi 61 kg. "Terapi individual yang saya terapkan terbukti sukses dalam menurunkan berat badan, menjadikan saya lebih sehat dan percaya diri. Sekarang saya bisa menjalani pola makan yang sehat, memasak sehat, teratur berolahraga, mengetahui fungsi penggunaan obat anti kegemukan yang efektif dan aman, dan menginspirasi teman-teman saya untuk menurunkan berat badan dengan sehat," kata pasien ini.
Bye Bye Big ini merupakan kompetisi penurunan berat badan dari PT Roche Indonesia yang dikembangkan dari Program Penurunan Berat Badan (Weight Management Program).
Menurut Lucia Erniawati, Head of Communications and Public Policy dari PT Roche Indonesia, Program Penurunan Berat Badan dari Roche adalah partner dokter yang mendukung terapi individualisasi pada pasien obesitas.