Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Ekonomi Aceh Tumbuh 5,95 Persen

Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas triwulan I-2012 mencapai 0,83 persen dan tanpa migas sebesar 1,02 persen

Tayang:
Editor: bakri
BANDA ACEH - Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas triwulan I-2012 mencapai 0,83 persen dan tanpa migas sebesar 1,02 persen. Sementara pertumbuhan tahunan (year on year), dengan migas sebesar 5,11 persen dan tanpa migas sebesar 5,95 persen.

Tiga sektor utama yang menyumbang pertumbuhan ekonomi Aceh adalah sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan sebesar 6,10 persen, diikuti sektor pengangkutan dan komunikasi (3,39 persen) dan sektor pertanian sebesar 2,57 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Syech Suhaimi mengatakan, struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh baik dengan migas maupun tanpa migas menunjukkan bahwa sektor pertanian dan perdagangan serta hotel dan restoran masih memimpin perekonomian Aceh pada triwulan I 2012.

Di sisi lain, tambah Syech, sektor yang tumbuh negatif pada triwulan I-2012 yaitu sektor pertambangan dan penggalian minus sebesar 1,49 persen dan sektor industri pengolahan minus sebesar 0,30 persen.

“Jika dilihat secara makro dan historis pertumbuhan ekonomi Aceh, sektor migas adalah penyebab pertumbuhan ekonomi Aceh turun. Hal ini karena produksi migas Aceh terus berkurang. Sektor penggalian juga turun karena rendahnya permintaan material karena belum optimalnya kegiatan sektor bangunan,” kata Syech saat menyampaikan rilis statistik perekonomian dan ketenagakerjaan Aceh triwulan I 2012, Senin (7/5).

Selain migas, lanjut dia, pelaksanaan Pilkada Aceh juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan pertama 2012. “Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) yang terlambat juga berpengaruh, misal dari segi bangunan infrastruktur tumbuh negatif minus 3,68 persen. Lesunya pergerakan sektor bangunan dan jasa-jasa  ini akibat rendahnya pencairan anggaran pembiayaan proyek pembangunan dan administrasi pemerintahan,” imbuh Syech.

Pertumbuhan yang signifikan, ujar dia, terjadi pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan terutama ditopang subsektor perbankan yang meningkat hingga tumbuh 9,74 persen. “Hal ini seiring dengan meningkatnya penyaluran kredit perbankan, sejalan dengan tingginya tingkat konsumsi dan kebutuhan modal usaha,” papar Syech Suhaimi.(ami)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved