Kamis, 11 Juni 2026

Citizen Reporter

Menikmati Wisata dari Sadel Sepeda

JARUM jam menunjukkan angka 06.30 WIB ketika Dirut PT Garuda Indonesia Airways (GIA), Emirsyah Satar

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Menikmati Wisata dari Sadel Sepeda
Dwi Khris Biantoro
Oleh Dwi Khris Biantoro, Manajer Distrik GIA Banda Aceh melaporkan dari Malang, Jawa Timur

JARUM jam menunjukkan angka 06.30 WIB ketika Dirut PT Garuda Indonesia Airways (GIA), Emirsyah Satar, melepaskan tembakan mercon pertanda dimulainya funbike GIA dengan label Tour De Jatim 2012, Sabtu (5/5).

Udara dingin berbalut kabut masih menyungkup punggung Gunung Semeru, tepatnya di hutan wisata, Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kota Batu, Jawa Timur, yang dipilih sebagai garis start. Petualangan gowes cross country dimulai. Walau bukan kejuaraan, peserta melesat dari garis start.

Saat melepas peserta, Emirsyah Satar menyatakan kembali komitmen Garuda untuk sepeda jangan diragukan lagi, karena itu pula pihak Garuda kini terus melebarkan sayap operasional G2C2 atau Garuda Group Cycling Communiti, ke seluruh Indonesia.

Gowes melintasi sebagian Kota Wisata Batu, 700 meter dari permukaan laut. Ikut gowes, wakil dubes AS, Mr Ted, dan Dirut GIA, bersama 300 peserta se-Nusantara. Dari Aceh, Garuda menggandeng Hobic sebagai mitra. Jalur gowes melalui hutan wisata, perkebunan apel serta sentra kebun bunga, mulai dari Coban Rondo hingga finish di pendapa Wali Kota Batu.

Sepanjang jalur, peserta dimanjakan dengan panorama alam yang eksotis. Hamparan lembah subur dengan kebun kol, kentang dan wortel, lalu kebun apel dan ladang budidaya bunga. Sebuah fenomena yang mengukuhkan Batu sebagai Kota Pariwisata berbasis pertanian.

Para peserta juga dimanjkan dengan kuliner ala kawasan pegunungan, seperti ubi rebus, getuk, hingga juice ketela dan jagung bakar. Khusus saat melewati Kampung Wisata Kungkuk, Kecamatan Bumi Aji, juga diwarnai dengan atraksi budaya. Sementara di Pos Desa Brau Bumi Aji disajikan susu segar unruk tambah stamina.

Jalur Tour de Jatim 2012 terhitung fantastis, kombinasi turunan curam hingga pendakian panjang dengan elevasi 30 derjat. Toh semua dijalani dengan fun termasuk pegowes tertua di ajang itu, HT Ali Badrisyah dari Hobic Banda Aceh. “Ini benar-benar medan yang komplit dan menantang,” ujar Mukhlis Noer, Ketua Hobic Aceh yang sudah beberapa kali ikut tour gowes Garuda.

Rasa penat melalui lintasan verat sepanjang 35 kilometer terasa hilang ketika di finish disajikan dengan makanan khas Batu serta ditingkahi denting gamelan para bocah, seakan mengatakan jangan pernah ucapkan selamat tinggal Kota Batu. Sampai jumpa di tur gowes berikutnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved