Polri Paling Banyak Diadukan Melanggar HAM
Selama 2010, ada 6.437 pengaduan. Sebanyak 1.503 di antaranya (terbanyak) mengadukan pelanggaran HAM oleh anggota Polri.
SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih menjadi lembaga yang paling banyak (peringkat pertama) diadukan melanggar HAM selama tiga tahun terakhir.
Kasusnya antara lain mencakup penangkapan dan penahanan, diskriminasi hukum penyidikan, penyiksaan dalam pemeriksaan, penembakan dan kekerasan terhadap masyarakat.
"Tiga tahun terakhir, trennya tidak berubah. Polri menjadi lembaga yang paling banyak diadukan melanggar HAM (Hak Asasi Manusia)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Penegakan HAM Komisi Nasional (Komnas) HAM, Sriyana, di sela-sela kunjungan di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (8/5/2012).
Menurut data pengaduan di Komnas HAM, pengaduan terhadap pelanggaran HAM oleh anggota TNI lumayan banyak, tetapi masih pada peringkat lima sampai delapan. Sementara pengaduan masyarakat terhadap pelanggaran HAM oleh Polri, selalu di peringkat pertama terbanyak.
Selama Januari-November 2011, misalnya, tercatat 4.502 pengaduan. Sebanyak 1.262 kasus (peringkat pertama terbanyak) mengadukan polisi. Sementara pengaduan atas TNI berjumlah 181 kasus (urutan kelima).
Selama 2010, ada 6.437 pengaduan. Sebanyak 1.503 di antaranya (terbanyak) mengadukan pelanggaran HAM oleh anggota Polri. Pengaduan atas TNI sebanyak 223 kasus (urutan delapan.
"Polisi banyak diadukan, karena dia aparat keamanan yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Sementara reformasi di tubuh Polri belum berjalan," katanya.