PSMS Tolak Tanding di Banda Aceh
PSMS Medan tidak bersedia melakoni laga kontra tuan rumah Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurtala Lampineung, Rabu (9/5) besok
MEDAN - PSMS Medan tidak bersedia melakoni laga kontra tuan rumah Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurtala Lampineung, Rabu (9/5) besok, dalam pusingan pertama babak 16 besar Piala Indonesia 2012. Penolakan itu berkaitan erat dengan kondisi terakhir yang dialami skuad PSMS saat melawan Persiraja dalam lanjutan Indonesia Premier League (IPL), Sabtu 28 April lalu. Ketika itu PSMS merasa dikerjai habis-habisan oleh panitia pelaksana (Panpel), karena mendapat perlakuan sangat buruk. “Kalah menang itu hal biasa, namanya olahraga. Tapi perlakuan buruk itu sangat melukai kami,” kata CEO PSMS, Fredy Hutabarat di Medan, Senin (7/5).
Fredy mengaku sangat menyayangkan kinerja panpel yang membiarkan pemain Persiraja mengasari pemain PSMS hingga membuat dua pemain mengalami luka berat. Fredy juga menyoroti ulah penonton yang menyerang PSMS dengan sangat brutal. Ironisnya, pihak rumah sakit rujukan panitia menolak merawat pemain PSMS dengan alasan tak memiliki obat-obatan lengkap. “Itu yang tak ingin kami rasakan lagi, kami dikerjai habis-habisan,” kata Fredy.
Fredy mengaku sudah mengajukan beberapa persyaratan kepada panitia, diantaranya pertandingan digelar di tempat netral, dan ada jaminan keamanan. “Kami ingin laga leg pertama itu digelar saja di tempat netral. Sehingga, kejadian di pertandingan liga tak terulang bagi pemain kami,” tegas Fredy.
Ia mengatakan, kalau persyaratan dipenuhi, PSMS bersedia melakukan pertandingan. Namun hingga Senin (7/5) permohonan itu disebut Fredy belum mendapat tanggapan dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai regulator kompetisi. “Kami tunggu sampai Rabu (7/5) besok. Kalau tak ada juga, ya kami tak berangkat ke Banda Aceh,” ungkapnya.
Seperti diketahui, menyusul pertandingan yang dimenangkan Persiraja 2-0, kala itu. Manajemen PSMS Medan IPL melayangkan protes keras kepada komisi wasit dan operator Indonesia Premier League (IPL), PT LPIS. Mereka mengadu jika dua pemainya, Jecky Pasarela dan Kiki Lussisanto mendapat perlakuan kasar saat tarung berlangsung.
“Ya, kami laporkan rentetan kejadian yang dialami PSMS Medan berdasarkan pengakuan, kesaksian ofisial dan pemain saat berlaga di Banda Aceh,” ujar Manajer Tim PSMS, Doli Sinomba Siregar.
Dia berharap, kejadian tersebut tidak akan terulang lagi di pertandingan-pertandingan Persiraja berikutnya. “Kejadian itu sangat menodai sepakbola Indonesia, dan merugikan tim-tim yang bermain di sana,” imbuhnya.
Doli juga menambahkan, laporan tersebut juga berisi lambatnya pihak panpel pertandingan Persiraja melakukan penanganan terhadap Jecky Pasarela, dan Kiki Lussisanto.(rw)