Utusan 10 PT Ikut Pelatihan PPRG
Sebanyak 31 peserta dari 10 utusan perguruan tinggi (PT) di Aceh mengikuti pelatihan perencanaan dan penganggaran yang responsif
Kepala Pusat Studi Wanita (PSW) IAIN Ar-Raniry Rasyidah MAg mengatakan, PPRG dimaksudkan agar adanya satu kesepahaman dan komitmen bersama di seluruh PT di Aceh untuk melakukan perencanaan penganggaran yang peka dan responsif terhadap perempuan (gender) di lingkungan akademik kampus.
“Dalam perencanaan pengganggaran PSW IAIN siap dilibatkan. Bahkan sudah ada afirmatif action (kebijakan khusus) bagi perempuan yang kita lakukan agar dapat ditampung secara kelembagaan,” ujarnya.
Dia sebutkan, banyak dosen di PT yang masih dalam masa produktif sehingga diperlukan satu kebijakan khusus. Kondisi ini pula yang mendorong PSW IAIN Ar-Raniry melihat perencanaan penganggaran yang responsif gender perlu diperhatikan, bukan saja karena faktor gender semata, tapi juga disesuaikan dengan kebutuhan.
“Tinggal saja bagaimana komitmen ini bisa diwujudkan secara kelembagaan di setiap perguruan tinggi,” ujarnya.
Deputy Team Leader SEDIA Krishnayani Prawira Winata mengungkapkan, PPRG penting untuk dilakukan agar proses penganggaran di PT dapat dilakukan secara lebih proporsional dengan tetap melihat pada perspektif gender.
“Apa yang selama ini terlihat di lapangan sering kesempatan antara perempuan dan laki-laki tidak sama, misalkan dalam pelatihan-pelatihan tertentu masih ada diskriminasi bagi perempuan,” jelasnya.
Namun dia mengakui belum tahu secara riil kondisi yang terjadi di lingkungan IAIN Ar Raniry. Namun begitu, Purek II IAIN Ar Raniry Drs Luthfi Aunie MA mengatakan, IAIN sudah memberi ruang yang proporsional kepada perempuan untuk bisa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan akademik. “Tidak ada yang diskriminatif. Dari sisi staf dosen juga perempuan hampir seimbang dengan dosen laki-laki,” ujarnya.(sar)