Mahasiswa Minta Polisi Usut Kelulusan Hornorer
Dari laporan yang kami terima ada penyimpangan yang dilakukan oleh pihak BKPP
“Dari laporan yang kami terima ada penyimpangan yang dilakukan oleh pihak BKPP, dimana sejumlah honorer 2009 dinyatakan lulus dalam pengumuman katagori ke II, sementara tenaga honorer tahun 2007 tidak lulus,”sebut Nasruddin selaku kabid Pendidikan Aliansi Mahasisa Penduli Pidie Jaya (AMP2J), kepada Serambi Jumat (11/5).
Menurut Nasruddin, kebijakan yang ditempuh oleh kepala BKPP Pidie Jaya sangatlah tidak transparan. Yang jelas, tambah Nasruddin praktek ini sangat merugikan para honorer 2007. “Apapun ceritanya, ini merupakan pelanggaran hukum, maka kami dari Aliansi Mahasisa Penduli Pidie Jaya (AMP2J) meminta polisi untuk mengusut secara tuntas atas indikasi praktik kecurangan tersebut,”pintanya.
Menanggapi tudingan miring tersebut, kepala BKPP Pidie Jaya, Dr Roeslan Abdul Gani MPd secara terpisah kepada Serambi Jumat (11/5) mengatakan, sesuai dengan pedoman pendataan tahun 2010 meminta semua tenaga honorer yang berkerja dalam lingkup pemerintahan pada tahun 2012 untuk dapat melampirkan bukti SK tugas sejak tahun 2005 dan mengisi semua formulir pendataan. Menurut Roeslan, sepanjang siapapun yang mampu menunjukan bukti SK honor sejak 2005 pihak BKPP tetap merespon dalam rekap pengumuman tenaga honorer yang lulus dalam katagori II. “Kami tak mau tau sepanjang ada bukti tersebut tetap kita luluskan,”ujar Roeslan.(c43)