Simpang Pasar Aceh Dirombak
Salah satu persimpangan yang ditata ulang yaitu, Simpang Pasar Aceh-Bank BNI
* Beton Pembatas Jalan Diganti Palang Plastik
* Untuk Memudahkan Evakuasi Pascagempa
BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh akan membongkar median jalan di 13 persimpangan yang ada di jalan-jalan protokol, untuk memudahkan proses evakuasi pascabencana seperti gempa bumi. Salah satu persimpangan yang ditata ulang yaitu, Simpang Pasar Aceh-Bank BNI.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir, mengatakan hal itu kepada Serambi usai rapat terpadu tentang Evakuasi Bencana Bidang Transportasi, di kantor wali kota setempat, Jumat (11/5).
Menurut Muzakkir, median jalan dan beton pembatas jalan di 13 persimpangan itu dibongkar lalu diganti dengan palang yang terbuat dari plastik (water barriers) dan diisi pasir. Di masing-masing persimpangan dimaksud, median jalan yang dibongkar sepanjang enam meter, lalu diganti dengan water barriers. (lihat; grafis)
Muzakkir menyebutkan, palang plastik tersebut dipasang secara permanen dan hanya digunakan pada waktu-waktu darurat. Misalnya, saat evakuasi pasca terjadinya gempa bumi.
Dikatakan Muzakkir, belajar dari gempa 8,5 SR pada Rabu 11 April 2012 yang membuat banyak warga Banda Aceh terjebak macet saat menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman, maka pembongkaransejumlah median jalan tersebut dirasakan cukup penting.
Banyak warga yang melarikan diri dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaraan bermotor, katanya, saat itu terjebak di putaran jalan (u-turn). Sementara jarak antara satu putaran dengan putaran lainnya sangat berjauhan.
“Water barriers ini mudah diangkat atau dipindahkan saat kondisi-kondisi darurat. Tinggal geser saja sehingga tak menghambat warga saat evakuasi pasca gempa. Alat ini juga mudah dilihat pada malam hari karena memantulkan cahaya,” kata Muzakkir.
APBK-P 2012
Sementara itu, Muzakkir mengatakan pihaknya akan mengajukan pengadaan water barriers tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota Perubahan (APBK-P) Kota Banda Aceh 2012. Pihaknya sengaka memilih water barrier, karena alat ini terbilang murah tapi tak mudah dicuri.(min)
Rambu Penunjuk Arah
SELAIN membongkar median jalan dan memasang water barriers, Pemko Banda Aceh juga akan menempatkan rambu-rambu informasi berbentuk “F” sebanyak 150 unit, di kawasan rawan bencana dan kawasan aman. Lampu informasi ini berisi penunjuk arah melarikan diri, dan perintah-perintah lain yang harus dilakukan oleh warga.
Selain itu, Pemko Banda Aceh juga akan membangun tanggul penahan ombak setinggi 15 meter. Saat evakuasi, masyarakat dianjurkan mengggunakan sepeda motor, sehingga lebih mudah menghindari kemacetan.(min)