SuAK Sarankan Seleksi Ulang Honorer
“Harapan kita honorer yang digaji dengan uang rakyat itu yang siap pakai membantu pemerintah,”
Hal itu disampaikan Koodinator SuAK dalam rilisnya kepada Serambi, Jumat (11/5) menyikapi Pemkab-DPRK tidak akan membayar gaji/honor lagi bagi mereka yang SK pengangkatan tahun 2012 dan tetap akan membayar gaji/honor bagi diangkat tahun 2011 ke bawah. “Harapan kita honorer yang digaji dengan uang rakyat itu yang siap pakai membantu pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya persoalan membludak honorer saat ini juga disayangkan sebab Pemkab Aceh Barat masa kepemimpinan terdahulu terlalu banyak menerima tenaga yang tidak disaring kemampuannya dan dalam proses penerimaan lebih kepada nepotisme/kolusi dan kerabat pejabat, sementara ketika bekerja di kantor hanya duduk-duduk saja sementara keuangan daerah setiap tahun terkuras untuk gaji honorer. “Apalagi laporan diperoleh untuk tahun 2012 yang SK pengangkatan ada sekitar 140orang dan ini sungguh membludak,” ujar Neta.
Ia meminta Pj Bupati Aceh Barat, Ridwan Hasan menindak para kepala dinas atau pejabat jajaran Pemkab Aceh Barat yang mengeluarkan SK yang terlalu dipaksakan sehingga jumlah honorer sudah cukup banyak sudah ribuan orang. “Kita juga berharap jangan gara-gara jumlah honorer yang sudah terlalu membludak, keuangan daerah menjadi kolep maka pembangunan tidak ada lagi dan uang habis untuk membayar gaji saja baik itu gaji PNS dan gaji honorer,” tegas Neta.(riz)