Mata dan Matahari
Kita masih saja mempermasalahkan kapan matahari muncul tepatnya
Kita masih saja mempermasalahkan kapan
matahari muncul tepatnya
Katamu: kira-kira pukul delapan
Kopi pagi adalah berita basi yang
sudah dinikmati banyak orang
saringan pertama selalu saja bukan untuk kita
ini masih terlalu pagi, bukan?
jam dinding warung kopi baru menjamah angka sembilan
Kita terlalu telat panas, memang
menulis di koran-koran pada usia kepala dua
itu tulisan pertama
kemudian di kantin-kantin fakultas kita acap bangga
dengan karya kecil dan sedikit itu
Kopi pagi adalah cerita yang tak lagi jelas
semakin usang dan tak ada perkembangan
kita acap mengutuk matahari yang kian cepat bergerak
aku mulai tak yakin apakah mata kita benar sudah jaga
pada saat kopi pertama sudah di meja
Nazar Shah Alam, mahasiswa FKIP Unsyiah. Bergiat di Komunitas Teater Rumput