Agara Kembali ke Kayu Bakar
Pencabutan kebijakan subsidi minyak tanah (mitan) di Aceh Tenggara (Agara) telah berdampak sangat serius bagi masyarakat ekonomi
Agen Minyak Tanah (AMT) Wilayah Agara, Felix Subrianto kepada Serambi, Minggu (13/5) mengatakan, berdasarkan surat edaran dari PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran I Cabang Banda Aceh melalui Fuel Retail Marketing Region Sales Area Manager Aceh, sehubungan dengan program konversi minyak tanah ke elpiji tiga kilogram, maka terhitung sejak Mei 2012 khusus di wilayahnya (Agara) tidak lagi disalurkan minyak tanah bersubsidi. “Masyarakat diharapkan bisa memaklumi kebijakan ini,” kata Felix yang selama ini sebagai AMT bersubsidi.
Felix juga mengatakan, bantuan kompor dan tabung gas elpiji tiga kilogram yang sebelumnya telah disalurkan oleh pemerintah kepada masyarakat Agara agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya sehingga tidak menimbulkan bahaya.
Kenaikan harga mitan tersebut telah membuat masyarakat kurang mampu sangat terpukul, bahkan ada yang mengaku terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan kompor dan tabung elpiji tiga kilogram yang dibagikan pemerintah, bagi masyarakat awam merupakan benda menakutkan. “Kami belum berani menggunakan kompor gas. Lebih baik gunakan kayu bakar saja,” kata seorang warga di Desa Lawe Pekhijenen.
Dampak dicabutnya kebijakan mitan subsidi tersebut juga memukul pedagang kecil, seperti penjual gorengan dan lontong. Seperti diakui Masitah, juga dari Desa Lawe Pekhijinen, harga gorengan terpaksa dinaikan menjadi Rp 1.000/potong dari biasanya Rp 500 dan mie lontong menjadi Rp 5.000/piring dari biasanya Rp 3.000. “Kami juga harus berhemat penggunaan minyak tanah dengan cara menggunakan kayu bakar,” kata Masitah.(as)