Jumat, 12 Juni 2026

Petani Pidie Sulit Pasarkan Rumput Laut

Para petani rumput laut di pesisir Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, mengeluh karena kesulitan memasarkan rumput laut. Safruddin (49)

Tayang:
Editor: bakri
SIGLI - Para petani rumput laut di pesisir Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, mengeluh karena kesulitan memasarkan rumput laut. Safruddin (49),  seorang petani rumput laut asal Desa Tanjong, Kecamatan Kembang Tanjong, Minggu (13/5) kepada Serambi mengungkapkan, puluhan ton rumput laut yang telah dipanennya kini membusuk di atas pematang tambak, karena tidak ada pembeli.

Meskipun ada, namun harga belinya sangat rendah, sehingga tidak sesuai dengan biaya perawatan. “Kalau hasil panen sangat banyak mencapai puluhan ton perhektar. Namun sekarang kami kesulitan menjual karena di sini tidak ada agen penampung,”kata Safruddin.

Menurut dia, persolan yang dialami para petani rumput laut, disebabkan kurangnya perhatian Pemkab Pidie terhadap pemberdayaan potensi rumput laut di daerah itu. Padahal potensi rumput laut dapat menunjang pengembangan sektor ekonomi rakyat. Karena pencapaian penjualannya bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap sekali panen. Bukan lagi rahasia umum, harga rumput laut kian meningkat dari tahun ke tahun.

Pada Maret lalu harganya berkisar Rp 5.000/Kg. “Namun karena pemerintah tidak memperhatikan, makanya kami para petani rumput laut tidak bisa berbuat banyak. Yang kami harapkan Pemkab Pidie melalui dinas terkait bisa mencari penampung yang bisa membeli hasil panen rumput laut kami ini. Sehingga rumput laut yang siap kami panen tidak terbuang sia-sia seperti ini,”kata Safruddin.

Hal senada disampaikan Muhammad Ibrahim, petani rumput laut dari Desa Lancang, Kecamatan Kembang Tanjong. Menurut dia, di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie ada sekitar 5.000 hektare tambak yang membudidayakan rumpur laut.

Namun selama beberapa bulan terakhir ini para petani rumput laut mulai lesu, disebabkan hasil panennya tidak tahu dijual kemana. Kata dia, beberapa waktu lalu ada sebuah perusahaan makanan di Kalimantan yang menghubunginya memesan rumput laut. Tetapi harga yang ditawarkan sangat rendah sekira Rp 5000/Kg. “Mereka menawarkan Rp 5.000/kg. Setelah kami hitung harga itu tidak menguntungkan, justru rugi karena besarnya biaya pengiriman,”ujar Muhammad.(aya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved