12 Ekor Sapi Mati Racun di Mutiara
Sedikitnya 12 ekor sapi milik masyarakat di Desa Baroh Barat Yaman, Kecamatan Mutiara, Pidie, dilaporkan mati karena diracun
Kepada Serambi Senin (14/5) Ramli Sulaiman mengatakan, sejak sebulan terakhir sedikitnya 12 ekor lembu milik masyarakat mati karena diracun. Meski belum ada bukti-bukti yang kuat, tapi masyarakat menduga kuat bahwa sapi itu diracun oleh kelompok pencuri ternak yang selama ini seing beraksi dengan modus tembak bius.
Keuchik Ramli menduga, kelompok pencuri ternak itu banyak. Bagi kelompok yang tak punya senjata tembak bius, mereka menggunakan sistem racun menggunakan karbit dicampur pisang. Biasanya, sekitar lima menit setelah memakan pisang bercampur karbit, sapi itu akan menggelepar. “Ketika sapi menggelepar-gelepar itulah disembelih dan dagingnya segera diangkut menggunakan mobil atau becak,” ujar Keuchik Baroh Barat Yaman tersebut.
Sedangkan untuk sapi yang tak sempat disembelih, maka akan matin sendiri dan membusuk di sawah. Karena itu, Keuchik Ramli mengaku telah melaporkan kasus matinya sapi itu ke Polsek Mutiara, dengan harapan bisa menyelidiki kasua itu hingga jaringan pencurian ternak dengan sistem racun dan tembak bius itu bisa terungkap.
Dijelaskan Keuchik Ramli, indikasi bahwa sapi tersebut mati karena diracun terbukti, rata-rata perut sapi itu gembung dan meletus, karena bahan kimia berupa karbit bekerja dengan cepat dan membuat sapi yang memakan pisang bercampur karbit itu mati satu persatu. Terakhir kali, jelasnya, dua ekor sapi mati dengan kondisi perut telah terburai. Agar bau tak menyebar ke pemukiman warga, akhirnya masyarakat mengumpulkan dana untuk biaya menanam bangkai sapi itu. Sebelumnya 10 ekor lagi mati telah diambil oleh sejumlah warga untuk dibuang ke lokasi yang jauh dari pemukiman warga.
ementara itu, Kapolsek Mutiara, Iptu Basri Abbas yang ditanyai Serambi, secara terpisah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tentang matinya 12 ekor sapi yang diduga diracun di Desa Baroh Barat Yaman. Namun, menurut perwira pertama polisi itu pihaknya belum menemukan bukti bahwa sapi-sapi adalah mati diracun. “Tapi kami tetap melakukan patroli rutin disejumlah gampong dan ruas jalan guna mengantisipasi pencurian ternak tersebut,”kata Iptu Basri Abbas.(c43)