Selasa, 9 Juni 2026

Densus Ikut Buru Napi LP Meulaboh

Personel Densus 88 Mabes Polri ternyata ikut membantu Polres Aceh Barat, TNI, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP)

Tayang:
Editor: bakri
BANDA ACEH - Personel Densus 88 Mabes Polri ternyata ikut membantu Polres Aceh Barat, TNI, dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Meulaboh, Aceh Barat, memburu narapidana (napi) LP Meulaboh yang melarikan diri Selasa (8/5) lalu. Hingga kini, dari 42 napi kabur, 27 orang sudah ditangkap dan sisa 15 napi masih terus diburu.

Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kakanwilkumham) Aceh Dr Eddy Yatiman SH Mhum menyampaikan hal itu ketika menjawab Serambi di Banda Aceh, kemarin. Menurutnya, tim Densus bukan khusus datang ke Meulaboh untuk memburu napi itu, tapi kebetulan sedang di Meulaboh untuk antisipasi teror jelang dan saat pilkada 9 April 2012, sekaligus pilkada putaran kedua nanti.

“Kebetulan mereka di Meulaboh juga dalam rangka mencari jaringan teroris latihan di Gunung Jalin, Jantho, Aceh Besar, sekitar dua tahun lalu. Nah karena sedang di Meulaboh, Komandan Densus 88 yang datang ke LP Meulaboh meminta untuk ikut membantu memburu napi yang kabur. Tentu kehadiran mereka sangat membantu personel Polres Aceh Barat, TNI, dan petugas LP dalam memburu 15 napi lagi,” kata Eddy.

Karena itu, ia berharap ke-15 napi yang sudah ditetapkan DPO itu agar segera menyerahkan diri. Sedangkan jika ditemukan, mereka akan dikenakan sanksi, seperti tidak akan mendapat remisi (pengurangan masa hukuman) dan asimilasi selama setahun, serta dibatasi kunjungan keluarga. “Tapi jika menyerahkan diri, tentu sanksi seperti ini dipertimbangkan kembali,” ujar Yatiman.

Sedangkan terhadap Safrizal alias Tgk Rizal yang diduga aktor utama yang memengaruhi napi lainnya untuk melarikan diri, Selasa (8/5) lalu akan dikenakan sanksi tambahan, yaitu dipindahkan ke LP luar Aceh bersama napi lainnya yang diduga ikut mendalangi pelarian itu, Eddy mengatakan petugas LP masih memproses tentang hal itu.

Seperti diketahui, dari 400 lebih napi LP Meulaboh, 42 di antaranya melarikan diri pada Selasa (8/5). Modusnya seorang napi minta izin keluar berpura-pura ingin membuang sampah. Ketika pintu terbuka, para napi lainnya juga ikut kabur dengan melawan petugas jaga serta napi yang berusaha mencegah pelarian itu. Keesokannya sebagian di antaranya berhasil ditangkap dan hingga hari keempat pascapelarian itu sudah 27 napi berhasil ditangkap. Kini 15 lainnya masih terus diburu.(sal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved