Selasa, 9 Juni 2026

Keude Teunom Terbakar

Sebanyak 13 unit rumah toko (ruko) milik warga di Keude Teunom, Aceh Jaya, hangus dilalap api pada Selasa (15/5) sekitar pukul 01.40 WIB

Tayang:
Editor: bakri
CALANG - Sebanyak 13 unit rumah toko (ruko) milik warga di Keude Teunom, Aceh Jaya, hangus dilalap api pada Selasa (15/5) sekitar pukul 01.40 WIB. Penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek (korslet) listrik di salah satu toko berkonstruksi kayu yang dibangun secara berdampingan dengan toko lainnya.

Kebakaran tersebut menyebabkan deretan pertokoan di jalan nasional Aceh Jaya yang terletak di sebelah kanan dari arah Banda Aceh ke Meulaboh itu, kini rata dengan tanah. Total kerugian ditaksir sedikitnya Rp 3 miliar.

Di sisi lain, kebakaran itu menyebabkan 10 kepala keluarga (KK) penghuni ruko yang terdiri atas 34 jiwa, terpaksa ditampung di rumah tetangga atau menumpang di rumah saudaranya yang masih utuh.

Camat Teunom, Aceh Jaya, Bahrum kepada Serambi, Selasa (15/5) mengatakan, dalam peristiwa kebakaran itu tidak ada korban jiwa. Namun, semua pemilik ruko sempat panik dan tak bisa berbuat banyak.

Upaya sebagian warga yang berusaha memadamkan api dengan cara menyiramkan air pakai ember sama sekali tak membuahkan hasil. Api dengan cepat membakar satu per satu bangunan satu deret itu. Sedangkan armada pemadam kebakaran (damkar) baru datang setelah bangunan tersebut habis dilalap api dalam tempo setengah jam.

Sebagian pemilik ruko yang sedang tidur terbangun mendengar kegaduhan di luar rukonya. Apalagi suara tangis dan raung histeris keluarga korban memecah keheningan malam saat melihat harta dan toko mereka dimangsa api.

Bangunan yang terbakar itu enam unit di antaranya merupakan ruko yang menjual alat-alat perabotan rumah tangga. Selebihnya berupa toko buku, bengkel sepeda motor, dan warung kopi.

Penjabat Bupati Aceh Jaya, Prof Dr Jasman J Ma’aruf pada hari kejadian langsung memberikan bantuan masa panik kepada masing-masing KK yang mengalami musibah. Selain uang tunai Rp 2 juta/KK juga diberikan sembako lengkap dengan peralatan masak.

“Bantuan tersebut kita harap dapat meringankan beban para korban kebakaran,” ujar Jasman didampingi Amren Sayuna dan Azhar, masing-masing sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Kepala Dinas Sosial Aceh Jaya.

Pada hari kejadian pihak BPB Aceh Jaya langsung mendirikan sebuah tenda di dekat lokasi kebakaran, sehingga warga yang belum memiliki tempat tinggal sementara dapat berteduh di tenda tersebut.

Lambannya respons petugas pemadam kebakaran dalam musibah itu menjadi sasaran kritik dan sorotan Sekjen Forum Peduli Masyarakat Teunom (Format), Aceh Jaya, Dasril alias Buyong.

Kepada Serambi ia katakan, Kantor Lingkungan, Kebersihan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran Aceh Jaya mestinya tidak selalu lamban dalam memberikan pertolongan saat terjadi kebakaran, seperti saat 13 ruko di Keude Teunom itu terbakar kemarin.

“Hampir selalu begitu. Setelah bangunan menjadi arang, barulah mereka tiba di lokasi, sehingga bangunan milik warga dan isinya tak dapat lagi diselamatkan,” ujar Dasril.

Ia meminta Pemkab Aceh Jaya menempatkan khusus sebuah mobil pemadam di Teunom, sehingga apabila terjadi kebakaran lagi mobil tersebut dengan cepat bergerak ke sasaran. “Tidak perlu lagi seperti selama ini. Semua mobil pemadam dipoolkan di Calang, sehingga tidak efektif dalam memberikan pertolongan seperti jika kebakarannya terjadi di Teunom, karena jarak tempuhnya yang jauh,” kata Dasril. (c45)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved