Pemkab Bantu Rp 1 Juta Setiap Kecamatan
Rabu, 16 Mei 2012 08:56 WIB
Berita Terkait
- Hari Ini, Desa Lawe Loning Dinilai
- 80 Honorer K-1 di Aceh Jaya Lulus
- DPRK Minta Pemkab Tegas soal Galian Kabel
- Empat Guru Gugat Wali Kota Lhokseumawe
- Pemkab Pidie Plotkan Dana Rp 2,7 M
- Aceh Timur Plot Dana Rp 5 M untuk PORA
- Pemkab Abdya Seleksi Ulang 1.324 Honorer
- Aceh Besar Tetapkan Tujuh Program Prioritas
- DPRK Aceh Selatan Terbelah
- DPRK: Perjelas Status Honorer Abdya
SIGLI - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pidie, membantu Rp 1 juta setiap kecamatan untuk mempersiapkan kafilah MTQ Kabupaten ke-23 yang akan dilaksanakan 12-18 Juli 2012 di Kembang Tanjong. Tahun ini dalam APBK dianggarkan untuk kegiatan tersebut mencapai Rp 800 juta.
Dana yang diberikan itu dinilai sejumlah camat di Pidie sangat tidak mencukupi. “Kami terpaksa menempuh cara minta sumbangan ke masyarakat untuk persiapan MTQ,” kata Camat Kota Sigli, Jufrizal Ssos kepada Serambi, Senin (14/5).
Menurutmua dana untuk persiapan MTQ dan keberangkatan kafilah asal Kecamatan Kota Sigli mencapai sebesar Rp 104 juta. Katanya, dana tersebut untuk beli baju seragam, uang TC, uang saku official dan peserta.
Hal senada juga disampaikan Camat Geumpang, Saiful Zukhri. Katanya, dirinya harus mencari sumber dana sendiri untuk mensukseskan MTQ di Kembang Tanjung. “Kami minta sumbangan dari PNS, keuchik dan rekanan dengan jumlah bervariasi,” kata Camat Geumpang.
Hingga kini, lapor Saiful, panitia sedang melakukan TC di tingkat kecamatan sejak Sabtu pekan lalu dan berakhir Rabu (16/5) dipusatkan di Desa Pucuk, Geumpang. Hasil dari TC inilah akan mewakili daerah ini ke MTQ tingkat kabupaten.
Sementara, Camat Padang Tiji, Zainal Abidin menyebutkan, pihaknya juga terpaksa menggalang dana dari warga untuk MTQ. “Sifatnya sukarela dan tidak dipaksa sebelumnya kami menggelar rapat dengan tokoh masyarakat,” kata Camat Padang Tiji. Sumbangan dibebankan di Kecamatan Padang Tiji antara lain keuchik Rp 300.000/orang. Selanjutnya, imum mukim sebesar Rp 100.000/mukim. Sedangkan PNS diminta sesuai golongannya.
Pada sisi lain masyarakat Pidie juga menilai telah terjadi ketimpangan. Sebab, belum lama ini Pemkab Pidie sudah mengalokasikan dana Rp 2,1 miliar untuk pembelian kendaraan dinas. Padahal, Kabupaten Pidie dalam keadaan bangkrut, sebab untuk melaksanakan MTQ saja dana harus dibebankan pada masyarakat.(aya)
Dana yang diberikan itu dinilai sejumlah camat di Pidie sangat tidak mencukupi. “Kami terpaksa menempuh cara minta sumbangan ke masyarakat untuk persiapan MTQ,” kata Camat Kota Sigli, Jufrizal Ssos kepada Serambi, Senin (14/5).
Menurutmua dana untuk persiapan MTQ dan keberangkatan kafilah asal Kecamatan Kota Sigli mencapai sebesar Rp 104 juta. Katanya, dana tersebut untuk beli baju seragam, uang TC, uang saku official dan peserta.
Hal senada juga disampaikan Camat Geumpang, Saiful Zukhri. Katanya, dirinya harus mencari sumber dana sendiri untuk mensukseskan MTQ di Kembang Tanjung. “Kami minta sumbangan dari PNS, keuchik dan rekanan dengan jumlah bervariasi,” kata Camat Geumpang.
Hingga kini, lapor Saiful, panitia sedang melakukan TC di tingkat kecamatan sejak Sabtu pekan lalu dan berakhir Rabu (16/5) dipusatkan di Desa Pucuk, Geumpang. Hasil dari TC inilah akan mewakili daerah ini ke MTQ tingkat kabupaten.
Sementara, Camat Padang Tiji, Zainal Abidin menyebutkan, pihaknya juga terpaksa menggalang dana dari warga untuk MTQ. “Sifatnya sukarela dan tidak dipaksa sebelumnya kami menggelar rapat dengan tokoh masyarakat,” kata Camat Padang Tiji. Sumbangan dibebankan di Kecamatan Padang Tiji antara lain keuchik Rp 300.000/orang. Selanjutnya, imum mukim sebesar Rp 100.000/mukim. Sedangkan PNS diminta sesuai golongannya.
Pada sisi lain masyarakat Pidie juga menilai telah terjadi ketimpangan. Sebab, belum lama ini Pemkab Pidie sudah mengalokasikan dana Rp 2,1 miliar untuk pembelian kendaraan dinas. Padahal, Kabupaten Pidie dalam keadaan bangkrut, sebab untuk melaksanakan MTQ saja dana harus dibebankan pada masyarakat.(aya)
Editor : bakri

