Kamis, 11 Juni 2026

Teror Bom

Stasiun Elpiji Dibom

Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Kuta Lhokseumawe Gas di Dusun Blang Raya, Desa Cot Girek

Tayang:
Editor: bakri
* Dari Tiga Molotov, Dua Meledak

LHOKSEUMAWE – Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Kuta Lhokseumawe Gas di Dusun Blang Raya, Desa Cot Girek Kandang, Muara Dua, Kota Lhokseumawe, dilempari tiga bom molotov oleh pelaku yang belum terindentifikasi. Dari tiga bom yang dilemparkan itu, dua di antaranya meledak.

Kasus yang sempat memunculkan kepanikan pekerja SPPBE tersebut terjadi Senin (14/5) malam sekitar pukul 19.30 WIB ketika operasional SPPBE sedang off. Dari dua bom yang meledak, sempat memunculkan api. Namun sebelum sempat merambat, berhasil dipadamkan oleh tim fireman (pemadam api) di stasiun elpiji tersebut.

Hingga kemarin belum diketahui pelaku maupun motif penyerangan stasiun elpiji yang berlokasi sekitar tiga kilometer timur Kota Lhokseumawe. Kasus itu sendiri sedang dalam pengusutan Polres Lhokseumawe.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi kemarin, sesuai standar pengamanan di stasiun elpiji, pada waktu-waktu tertentu satpam diwajibkan berkeliling pagar beton tinggi yang mengelilingi SPPBE. Karena merupakan keharusan, satpam bernama Tendi pun patroli.

Saat ia berada di belakang SPBBE yang merupakan bukit, sempat terdengar olehnya suara orang berbicara. Namun, saat dia periksa ternyata orang tersebut tidak kelihatan, sehingga dia kembali ke bagian depan SPPBE.

Tak lama kemudian terdengar dua ledakan kecil. Api pun terlihat menyala di bagian tumpukan tabung gas yang sudah kedaluwarsa. Dalam hitungan detik, petugas pemadam kebakaran dan satpam di stasiun itu yang sudah sangat terlatih berhasil mematikan api. Itu sebab tidak timbul efek yang lebih parah akibat ledakan bom molotov tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, teridentifikasi bahwa pelaku melemparkan ketiga bom molotov itu dari bagian belakang SPPBE. Bom itu terbuat dari botol kecap yang diberi sumbu dan berisi minyak tanah.

Bom molotov yang meledak itu jatuh di bagian tumpukan tabung gas yang kedaluwarsa. Sedangkan satu lagi, jatuh ke dalam parit yang ada airnya, sehingga tak meledak.

“Di lokasi kita temukan dua sumbu dari botol yang telah meledak, pecahan botol, serta satu botol yang masih utuh di dalam parit. Terlihat  juga bekas api di sebuah tabung gas yang sudah kedaluwarsa, tempat jatuhnya bom molotov,” jelas Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso, melalui Kasat Reskrim AKP Galih Indragiri kepada Serambi, Selasa (15/5).

Menindaklanjuti kejadian ini, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe mulai memeriksa saksi-saksi. Semuanya merupakan petugas SPPBE yang berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi.

Berdasarkan keterangan pihak SPPBE, jumlah petugas saat bom molotov itu dilemparkan ada lima orang, dua satpam, satu fireman, dan dua supervisor.

Amatan Serambi, meski terjadi pelemparan bom molotov pada Senin malam, tapi mulai Selasa (15/5) pagi kemarin, aktivitas di SPPBE tetap berjalan normal.

SPPBE PT Kuta Lhokseumawe Gas berlokasi di pinggiran jalan nasional Banda Aceh-Medan. Lokasi SPPBE berada di kanan jalan arah ke Medan dan jauh dari rumah masyarakat. Aktivitas harian di stasiun elpiji itu relatif sibuk. Mobil L-300 pikap dan truk antre untuk bongkar muat elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.(bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved