Hampir 100 Persen Terserap Kerja
Setiap tahun AAK meluluskan sekitar 100 Ahli Madya. Ini sama dengan jumlah mahasiswa yang diterima setiap tahun, yang
Dengan didukung oleh sekitar 40 orang tenaga pengajar dan 5 laboratorium utama, Badlisyah bertekad untuk terus meningkatkan kualitas lembaga pendidikan milik Pemerintah Aceh ini. Mulai dari staf pengajar sampai alat-alat laboratorium akan di-upgrade sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi. “Untuk staf pengajar kita sekolahkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi. begitu juga dengan alat-alar laboratorium, akan kita usahakan alat-alat modern yang otomatis,” kata dia.
Sistem pembelajaran di AAK, kata Badlisyah, lebih banyak praktik ketimbang teori. Perbandingannya, 60 persen praktik, 40 persen teori. Ini juga bertujuan agar mahasiswa tidak canggung ketika terjun ke dunia nyata dan mampu menghadapi persoalan yang sebenarnya.
Saat ditanya mengapa lembaga pendidikan yang dipimpinnya banyak diminati kaum perempuan, Badlisyah tersenyum. Yang pasti, kata dia, laki-laki atau perempuan diberi kesempatan yang sama menuntut ilmu di Akademi Analis Kesehatan milik masyarakat Aceh ini. (sak)