Rabu, 10 Juni 2026

Kantor MTsN Sakti Diobrak Abrik Pencuri

Kantor guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sakti, Pidie, Kamis (17/5) sekitar 02.30 WIB, diobrak abrik pencuri dengan cara merusak

Tayang:
Editor: bakri
SIGLI - Kantor guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sakti, Pidie, Kamis (17/5) sekitar 02.30 WIB, diobrak abrik pencuri dengan cara merusak tiga plat gembok pengamanan pintu belakang kantor tersebut. Aksi pencurian tersebut ditengarai dilakukan lebih dari satu orang. Komplotan maling itu sukses menggondol empat CPU, empat proyektor (infocus) merk ebson, tiga monitor LCD dan empat keyboard komputer. Tidak ada saksi mata yang melihat kejadian tersebut, kendati di MTsN Sakti itu tinggal seorang penjaga sekolah bernama Usman. “Penjaga sekolah yang juga sebagai tenaga pengajar selama ini tinggal di dalam komplek MTsN Sakti, yang jaraknya sekitar 25 meter dari kantor guru. Saat kejadian, Pak Usman tidak mengetahuinya. Hanya anaknya yang sempat mendengar suara ketukan. Kejadian ini diketahui pada pagi hari,” kata Kepala Sekolah MTsN Sakti, Drs Abdul Kadir, Kamis (17/5).

Ia menjelaskan, ihwal kejadian pencuri masuk melalui pintu depan Kantor guru MTsN dengan cara merusak tiga plat gembok yang dipasang sebagai pengamanan pintu. Setelah berhasil masuk melalui ruangan guru. Kemudian pencuri masuk ke ruangan kepala sekolah dengan cara merusak satu plat gembok. “Di dalam ruangan saya, pencuri mengambil tiga monitor LCD, tiga keyboard komputer dan tiga CPU yang baru dibeli belum sempat digunakan karena masih di dalam kotak,” kata Abdul Kadir.

Setelah mengambil paksa barang elektronik itu, lanjutnya, pencuri juga mengobrak-abrik lemari tempat penyimpanan dua infokus. “Kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang karena banyak barang yang diambil dari sekolah yang diangkut melalui masjid yang terletak di samping sekolah MTsN. Pelaku diperkirakan menggunakan mobil ataupun becak mesin dalam membawa kabur hasil curiannya itu,” jelasnya.

Dikatakan, barang-barang elektronik milik madrasah yang telah dicuri tersebut selama ini digunakan untuk aktifitas madrasah dalam proses belajar mengajar dan adminitrasi. Barang-barang tersebut dibeli menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tapi,  kini telah raib yang diambil paksa kawanan pencuri. “Kami taksir kerugian mencapai Rp 75 juta. Kami berharap polisi bisa secepat mungkin meringkus pelaku tersebut,” kata, Drs Abdul Kadir, didampingi Bendahara MTsN Sakti, Zakaria.

Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStmK, melalui Kasat Reskrim AKP Aiyub, yang dihubungi Serambi, kemarin, kasus pencurian di MTsN Sakti sudah ditangani polisi. “Pelakunya belum terindentifikasi, kami terus bekerja mengejar pelaku,” kata AKP Aiyub.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved