Menanti Penguasa Benua Biru
LIGA Champions 2011-2012 akhirnya memasuki tangga puncak tertinggi
LIGA Champions 2011-2012 akhirnya memasuki tangga puncak tertinggi. Setelah melalui perjuangan berat dan penuh emosi, Bayern Muenchen dan Chelsea terpilih sebagai kontestan final musim ini. Bertempat di Stadion megah Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Minggu (20/5) dini hari nanti, wakil Jerman dan Inggris ini akan melakoni laga pamungkas sekaligus mencetak sejarah baru dengan menyabet supremasi tertinggi.
Melihat lokasi pertandingan dan kondisi kekinian kedua tim, bursa taruhan mayoritas menjagokan Muenchen sebagai tim yang bakal keluar sebagai juara kompetisi paling elite di Benua Biru ini. Lembaga taruhan William Hill misalnya menjagokan Muenchen bakal memenangi pertandingan ini dengan angka 5/6, buat kemenangan Chelsea mereka hanya memasang 5/2. Ladbroke juga memberi angka persis untuk kemenangan FC Hollywood. Sementara untuk kemenangan The Blues, Ladbroke hanya memasang angka 11/4.
Beda halnya dengan lembaga taruhan Bwin, mereka mematok angka Muenchen menang 1,70; Chelsea menang 4,80. Legenda Jerman yang pernah memperkuat Muenchen dan Chelsea, juga lebih menjagokan Die Roten. Faktor tampil di kandang menjadi modal penting.
Muenchen memang mendapat keuntungan dengan venue final di Allianz Arena. Bermain di kandang tentu akan lebih melecut semangat pasukan Die Roten untuk tampil habis-habisan di pertandingan ini. Namun di mata Manajer sementara Chelsea, Roberto Di Matteo, hal tersebut tak lantas menjadikan Die Roten punya kans lebih besar untuk menang dalam duel tersebut.
Bagaimana dengan kondisi terkini kedua tim? Kekuatan Muenchen hanya berkurang di lini belakang dengan absennya Holger Badstuber dan David Alaba karena sanksi serta cederanya Daniel van Buyten dan Breno. Ini diprediksi takkan berpengaruh banyak terhadap daya serang Muenchen yang masih akan diperkuat mayoritas pemain inti di dua sektor tengah dan depan.
Sektor lini tengah misalnya, Bastian Schweinstiger, Arjen Robben, Toni Kroos, dan Frank Ribery berada dalam kondisi siap tempur. Hanya Luis Guztavo yang absen karena sanksi. Mario Gomez yang selama ini jadi mesin gol Muenchen juga tak mengalami masalah berarti untuk jadi tukang gedor The Bavarians.
Adapun Chelsea datang ke Muenchen dengan kondisi kritis di dua sektor sekaligus. Lini pertahanan The Blues tak bisa diperkuat John Terry dan Branislav Ivanovic yang kena skorsing kartu merah dan kuning. Dua calon pengganti mereka, Gary Cahill dan David Luiz, juga baru pulih dari cedera. Setelah absen dalam beberapa lagi, tentunya keduanya masih canggung harus langsung melakukan come-back sejak menit pertama.
Lini tengah The Blues juga kehilangan dua gelandang pekerja keras dan cepat dalam melakukan serangan balik, Ramires dan Raul Meireles, juga karena sanksi skorsing kartu kuning. Sementara kondisi Florent Malouda masih meragukan karena cedera hamstring. Di sisi lain, performa Michael Essien masih di bawah form.
Namun demikian, Chelsea tetap patut diwaspadai. Faktor taktik dan strategi yang diterapkan Di Matteo diprediksi akan jadi pemicu sulitnya Muenchen memenangi pertandingan ini.
Di bawah arahan Di Matteo, Chelsea bisa memperagakan permainan taktis. Korbannya adalah tim tangguh Barcelona yang tak mampu berkutik dengan gaya tiki-taka.
Letak bahaya sistem serangan Chelsea terdapat pada cara mereka melakukan serangan balik mematikan. Pemain depan seperti Didier Drogba, Fernando Torres, atau gelandang Frank Lampard selalu piawai membangun serangan balik yang kerap berujung gol.
Apalagi Di Matteo terbilang pelatih yang sukses membuat lini pertahanan solid dengan memasang banyak pemain di sektor pertahanan atau dalam istilah sepakbola disebut strategi memarkir bus di depan gawang sendiri.
Dengan kondisi tersebut, ada sisi dilematis yang akan dihadapi Muenchen untuk memenangi pertandingan. Jika mereka bermain total menyerang, maka lini pertahanan mereka berada dalam kondisi bahaya mengantisipasi serangan balik cepat Chelsea.
Sementara jika tidak tampil dengan menyerang, maka mereka akan sangat kesulitan menembus pertahanan The Blues yang membuat brikade kuat dan rapat di wilayah pertahanan mereka sendiri.
Jika ini yang terjadi maka Muenchen kemungkinan akan sangat berhati-hati dan Chelsea hanya memikirkan pertahanan sambil sesekali mencari peluang menjebol gawang lawan dengan melakukan counter attack.(tribunnews.com)