A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bolehkah Diurut Jika Patah Tulang? - Serambi Indonesia
Senin, 24 November 2014
Serambi Indonesia

Bolehkah Diurut Jika Patah Tulang?

Minggu, 20 Mei 2012 09:39 WIB

Oleh  Dr.Safrizal Rahman,M.Kes Sp.OT Divisi Bedah Orthopedi & Traumatologi Banda Aceh

Assalamualaikum. Pak dokter yang terhormat, saya punya  dua orang anak. Bulan Januari lalu kami sekeluarga mengalami kecelakaan lalu lintas. Yang perempuan menderita patah tulang kering, dan yang laki laki mengalami patah tulang paha dekat lutut dengan sedikit luka. Setelah berobat ke tukang urut,  kaki anak perempuan saya sembuh dan bisa berjalan meskipun agak pincang,  namun sendi lututnya tidak dapat ditekuk. Sedangkan kaki anak laki-laki saya membusuk dan oleh dokter akhirnya diamputasi. Pertanyaan saya,   kenapa hal ini bisa terjadi? Terima kasih.

Safwan,  Banda Aceh

Jawab
Waalaikumsalam Wr Wb. Bapak Safwan yth. Saya turut prihatin atas apa yang terjadi pada anak bapak. Mungkin penjelasan saya berikut dapat mejawab pertanyaan bapak.

Anak perempuan bapak mengalami patah tulang kaki dalam istilah kedokteran disebut cruris. Secara medis prinsip penanganan patah tulang adalah menegakkan diagnosa (recognize),  mengembalikan posisi (reduction), mengunci tulang yang patah agar tidak bergerak (resistensi/fiksasi), sehingga memberi kesempatan kepada tulang untuk sembuh. Selanjutnya menggerakkan sedini mungkin (rehabilitasi) pencapaian prinsip di atas harus dalam kondisi  tanpa nyeri atau rasa sakit. Pada  anak perempuan bapak, prinsip tersebut dapat dicapai  dengan pilihan pengobatan operasi dan tanpa operasi. Pengobatan non-operasi sangat memungkinkan mengingat  tulang ini dapat  diraba dengan tangan,  sehingga mudah dikoreksi bila posisi tulang dianggap baik,  karena tulang akan menyambung sendiri bila ujungnya bertemu satu sama lain. Langkah berikutnya dilakukan  pemasangan gips di atas lutut selama 4 minggu. Ini  bertujuan untuk mengunci tulang agar tidak bergerak. Kemudian  gips diganti dengan tipe gips  bawah lutut (sarmento cast) agar sendi lutut dapat dilatih bergerak. Sayangnya, kebanyakan masyarakat kita merasa kurang nyaman dengan gips. Tindakan operasi adalah dengan menyatukan serta  mengunci tulang yang patah dari dalam dengan implant (pen).  Keuntungannya adalah sendi dapat digerakan sedini mungkin,  sehingga bisa menghindari kekakuan, pengecilan otot,  dan perapuhan tulang.  Keuntungan lainnya, posisi tulang dapat dikoreksi dengan baik. Kebanyakan masyarakat takut menggerakan sendi secara dini pasca-operasi karena khawatir pen terlepas atau ketakutan lain seperti disambar petir. Hal ini sama sekali tidak benar.

Anak lelaki bapak mengalami patah tulang paha dekat lutut yang dalam istilah kedokterannya disebut sebagai tulang femur bagian distal dengan luka. Secara medis dapat saya jelaskan bahwa kemungkinan dia mengalami patah tulang terbuka femur bagian bawah (distal). Kondisi ini sebenarnya emergensi atau gawat darurat,  sebab luka memungkinkan  masuknya kuman dari luar ke dalam tulang  yang menyebabkan  infeksi. Infeksi tulang sangat sulit disembuhkan. Selanjutnya,  daerah patah tersebut sangat dekat dengan pembuluh darah besar yang dapat mengalami cedera bahkan pecah  bila terkena hingga menyebabkan kaki tidak mendapat darah dan  membusuk. Bila  ini terjadi, dikhawatirkan  infeksi akan naik ke atas hingga berakibat kematian. Inilah alasan kenapa dokter memutuskan amputasi.  Bila kasus ini ditangani secara medis,  maka dokter dapat mengetahui ada tidaknya gangguan pembuluh darah. Dan  dokter bedah, khususnya bedah tulang akan melakukan penyambungan tulang serta mencari pembuluh darah tersebut. Bahkan bila memang putus, akan dilakukan penyambungan,  kalau perlu pencangkokan (graft). Akan tetapi, bila diketahui terlambat (lebih dari 6 jam),  penanganannya semakin sulit dengan risiko kematian kaki semakin tinggi. (sak)

* JIKA Anda memiliki masalah seputar kesehatan Anak, Bedah, Telinga Hidung Tenggorokan, Jiwa, Mata, Kulit & Kelamin, Penyakit Dalam, Jantung, Paru, Saraf, Kebidanan & Peny.kandungan, Gigi & Mulut, Anastesi, Radiologi, Rehabilitasi Medik, Psikologi,Kedokteran Kehakiman, dan Kesehatan Masyarakat, layangkan pertanyaan ke redaksi Serambi atau lewat e-mail idi.bna@gmail.com atau SMS ke nomor 085286720282. Rubrik ini terselenggara atas kerja sama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Banda Aceh dengan Harian Serambi Indonesia
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas