Rabu, 26 November 2014
Serambi Indonesia

Abuya: Waspadai Ajaran Sesat Salik Buta

Senin, 21 Mei 2012 10:01 WIB

Abuya: Waspadai Ajaran Sesat Salik Buta
Abuya Syeh Jamaluddin Waly pimpinan pasantren Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan, menjadi pengasuh pengajian tingkat tinggi di islamic Center, Lhokseumawe. Minggu (20/5). SERAMBI/ZAKI MUBARAK
LHOKSEUMAWE - Tokoh ulama kharismatik Aceh Abuya Tgk H Syekh Jamaluddin Waly mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi aliran ajaran salik buta (tanpa ada pembimbing), yang masih berkembang di sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Bahkan di Aceh masih ada sekitar 30 aliran sesat, salah satu diantaranya salik buta.

Abuya mengatakan hal itu sebelum memberikan pengajian di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe yang diikuti puluhan ulama dari Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bireuen, Minggu (20/5). “Dianggap sesat, karena ajaran salik buta itu mempertuhankan Nabi Muhammad dan juga mempertuhankan diri sendiri,”kata Pimpinan Dayah Darussalam Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Menurut Abuya, sesat aliran tersebut bukan hanya dari tauhid tapi juga dari thariqat, kemudian aliran tersebut tidak diakui ulama Aceh. “Berdasarkan informasi dari instansi terkait, aliran tersebut masih berkembang di kawasan Aceh Utara, Naga Raya, Aceh Selatan dan juga di sejumlah kabupatan/kota lainnya,” kata Syekh Jamaluddin.

Dalam kesempatan itu, Abuya juga mengatakan thariqat yang diakui dalam berzikir adalah thariqat Natsyabandiyah yang diajarkan almarhum Syeikh Muda Waly Al-Khalidy (almarhum) Labuhan Haji Aceh Selatan dan Thariqat Syattariah, kemudian Haddadiya, selebih dari itu kata Abuya belum diakui, meskipun itu masih ada di masyarakat.

“Ketiga Thariqat ini yang berkembang di Jawa, kemudian sampai ke Asia Tenggara. Pengurus dalam Thariqat ini adalah ulama besar di Aceh yang alamarhum. Kemudian untuk meneruskannya, juga telah diangkat ulama lain di antaranya Abu Peurelak, Tgk H Karimuddin, Tgk Nasir Wali, Waled Hasanul Basri, Tgk Zuhdi,” katanya.

Untuk mengantisipasi terpengaruhnya dengan aliran sesat tersebut, Syekh Jamaluddin mengimbau kepada semua masyarakat untuk terus belajar agama kepada dayah dan tidak menjauh dari agama. “Pengajian ini bukan hanya kita lakukan di Lhokseumawe dan tapi juga di Aceh Timur,”kata Abuya.(c37)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas