Tafakur
Membiasakan Diri
Allah telah berfirman,'Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga
“Allah telah berfirman,’Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni”(HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
Keinginan yang besar seringkali memaksa diri untuk melakukan ini itu. Tubuh terus dipaksa untuk melayani keinginan hawa nafsu, sehingga kadangkala tak memberinya kesempatan beristirahat, baik secara fisik maupun jiwa. Sepatutnya, kita menyempatkan diri untuk mencintai diri dengan membiasakan diri dengan hal-hal yang bersifat memperbaiki diri.
Pertama, membiasakan diri mengucapkan istighfar atau mohon ampunan dosa. Dosa yang tak terampuni akan menimbulkan siksaan pada diri sendiri, baik di dunia maupun di akhirat kelak, dan hanya akan terampuni bila mau beristighfar. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka”(HR. Abu Daud, Ibnu Majah & Ahmad).
Kedua, membiasakan diri dengan perbuatan-perbuatan baik. Sebab, kebaikan bisa menghapus kesalahan diri, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapuskan kesalahan-kesalahan”(QS. Hud: 114).
Semua perbuatan tersebut merupakan perbuatan orang-orang bertaubat. Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri (QS. al-Baqarah: 222). Semoga kita mampu memastikan bahwa kita telah mencintai diri selama ini. Bila belum, maka menyegerakannya adalah suatu tindakan yang penting.