Nelayan Minta Muara Dangkal Dikeruk
Masyarakat nelayan di Aceh Barat meminta pemerintah mengeruk muara Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat agar
Sekretaris Panglima Laot Aceh Barat, Nanda kepada Serambi, Minggu (20/5) mengungkapkan, keluhan soal muara dangkal sudah berulang kali diharapkan ada penggerukan sebab setiap waktu terus dangkal sehingga nelayan akan melewati muara itu harus berjuang apakah kandas dan tenggelam. “Berbagai pihak diminta ada perhatian terhadap kondisi nelayan sehingga muara yang dangkal antara Panggong, Padang Seurahet, dan Pasar Aceh ini ditanggulangi,” ujar Nanda.
Ia mengaku tahun 2011 lalu, Pemerintah Aceh pernah membantu membangun DAM/Jetty sebagai penghadang ombak sehingga ketika boat melewati muara akan mudah. Namun proyek itu dinilai masih belum sempurna sebab hanya pada bagian ke laut yang dibangun.
Sementara di kawasan Padang Seurahet yakni bersebelahan dengan Panggong belum dibangun sehingga ketika terjadi ombak, tanah pasir dibawa ke muara sehingga akan mempercepat muara dangkal sehingga dipastikan bila tidak ditanggulangi beberapa waktu ke depan muara itu tidak bisa dilewati lagi boat.
Nanda mengungkapkan, pengerjaan jetty yang telah ada perlu dilanjutkan sehingga program itu bisa tuntas dan meminta adanya perhatian dari Pemerintah Aceh oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh sehingga ke depan muara itu bisa memudahkan boat masuk. “Sebab muara itu setiap hari ratusan boat melewati sebagai jalur pulang dan pergi melaut,” ujar Nanda.(riz)